Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 17 Oktober 2020 13:55

Abdul Karim, saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Wajo.
Abdul Karim, saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Wajo.

Cium Mahasiswi Tiga Kali, Pak Kades di Wajo Jadi Tersangka

Akibat mencabuli seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Makassar yang KKP, seorang oknum kepala desa di Wajo dinyatakan tersangka.

WAJO, BUKAMATA - Abdul Karim menghadap tembok. Mengenakan kemeja abu-abu. Di belakangnya, Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Warpa memimpin konferensi pers. Kepala Desa Lempong, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo itu jadi tersangka pencabulan mahasiswi berinisial AP (23).

AKP Warpa bilang, kejadiannya Juli 2020 lalu. Saat itu, korban AP hendak pamit. Itu setelah mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar itu, telah menyelesaikan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Kantor Desa Lempong.

Saat hendak pamit itulah, mahasiswi tersebut dicium tiga kali oleh oknum kepala desa. Tiga kali. Di bagian pipi.

"Saya ke kantor desa selesaikan laporan KKP saya, setelah selesai ditandatangani, saya pamitan dan pak desa pun langsung mencium pipi saya tiga kali," begitu pengakuan AP.

AP merasa dilecehkan akibat perbuatan Kepala Desa Lempong, Wajo itu. Sepulang dari KKP, dia menceritakan perbuatan tidak senonoh itu ke keluarganya.

Keluarga AP tak terima. Ditemani orang tuanya, AP langsung ke Polres Wajo, pada Selasa 14 Juli 2020. Dia melaporkan oknum Kepala Desa Lempong itu.

AKP Warpa mengatakan, setelah proses penyidikan yang panjang, akhirnya Abdul Karim ditetapkan sebagai tersangka.

"Setelah melalukan pemeriksaan sebanyak 10 orang saksi, termasuk saksi ahli hukum dan ahli bahasa, penyidik akhirnya menaikkan status AK, dari saksi menjadi tersangka," ujar AKP Warpa.

Atas perbuatannya, oknum kepala desa ini, dia dikenakan pasal 289 subsider pasal 294 ayat (2) ke-1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

#Pelecehan Seksual #kades cabul #kades cabul