BUKAMATA - Sebuah warung kopi di Desa Banyu Urip, Gresik, Jawa Timur, tiba-tiba ramai didatangi kepolisian setempat.
Rupanya, warung kopi itu menyediakan sejumlah PSK. Mirisnya, pemilik warkop diketahui masih berusia 19 tahun, namanya Johan Rio Adi.
Memang, dari depan warkop itu seperti warung pada umumnya. Ia juga menjual kopi dan aneka jajanan ringan. Namun ketika masuk ke dalam, ada beberapa bilik tempat tidur yang disedikan pemilik.
Johan mengaku membuka bisnis esek–esek sudah 5 bulan dengan tarif seharga Rp150 ribu sekali kencan.
Rinciannya, Rp50 ribu untuk PSK dan Rp100 ribu untuk dirinya termasuk sewa kamar di balik warkopnya. “Iya saya menyediakan PSK untuk tamu pria hidung belang,” kata Johan.
Selain menangkap si muncikari, petugas juga mengamankan enam PSK belia, masing-masing berinisial A(29), R (20), N (20), I (20), R (18), dan V (20). Semuanya dari Cirebon, Jawa Barat.
Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto mengatakan tempat tersebut beroperasi sudah lama. Modusnya warung menjual kopi.
Tetapi ketika ada orang tanya perempuan yang bisa dikencani, warung itu menyediakan. Dari hasil penyelidikan, ia akhirnya membongkar prostitusi itu.
"Seketika langsung kami lakukan penggerebekan. Semua yang terlibat kami amankan. Termasuk mucikari dan PSK nya," kata Arief, Kamis (15/10/2020).
Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa buku tulis catatan rekap keluar kasuk tamu, uang tunai sebesar Rp 400 ribu, dua potong sprei, satu minyak gel, tisue bekas dan satu potong celana dalam dan bra.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Jual Miras Hingga Jadi Tempat Prostitusi, Sejumlah Warung dan Cafe di Luwu Timur Disegel Aparat
-
Polisi Amankan Mucikari di Makassar, Jual Perempuan Asal Bali dengan Tarif Rp10 Juta Sekali Kencan
-
Prostitusi Online Kelas Elit di Makassar, Tarif Rp5 Juta Sekali Kencan
-
Judi Hingga Prostitusi Jadi Target Polres Jeneponto pada Operasi Pekat
-
DPR Sebut 'Musibah' Kasus Oknum ASN Jual Anak ke Pria Hidung Belang