Aswad Syam
Aswad Syam

Selasa, 22 September 2020 07:39

SN (kiri), dan enam pria pelaku pemerkosaan terhadap EA.
SN (kiri), dan enam pria pelaku pemerkosaan terhadap EA.

Kasus Pemerkosaan "Saya Mo Dulu": Teman Pria Korban Sempat Hendak Antar Pulang Tapi Dilarang SN

Sebenarnya ada teman pria yang datang bersama korban di THM. Namun saat hendak mengantar pulang korban EA yang mabuk ke rumahnya, dilarang oleh SN, wanita rekan korban di THM itu.

MAKASSAR, BUKAMATA - Sabtu malam, 19 September 2020. Malam itu, EA (23) datang bersama teman prianya ke sebuah tempat hiburan malam (THM) di Kota Makassar.

Keduanya lalu bertemu dengan wanita SN (23) bersama 6 pria lainnya. Mereka lalu minum minuman keras. Korban EA sudah sangat mabuk. Waktu pun sudah menunjukkan pergantian hari. Pukul 01.00 Wita, Minggu, 20 September 2020.

Saatnya pulang. EA sempoyongan dan harus dipapah. Teman pria yang datang bersamanya hendak mengantar EA pulang ke rumahnya. Namun dilarang oleh SN.

"Dia sudah sangat mabuk. Tak baik kalau pulang ke rumahnya. Kamu pulang duluan saja. Nanti saya bawa dia menginap di hotel," ujar SN.

Pria itu pun pulang lebih dahulu. Sepeninggal pria itu, SN lantas membawa EA ke hotel dengan mobil. Disusul enam pria lainnya.

Di hotel, mereka memesan dua kamar. Salah satunya kamar 103. Adegan di hotel juga terungkap dalam prarekonstruksi yang digelar polisi dari Polsek Panakkukang kemarin sore.

Meski polisi belum menjelaskan peran masing-masing, namun sudah tergambar dalam prarekonstruksi.

"Sesuai laporan korban (digilir dalam 1 kamar)," beber Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman di hotel yang menjadi lokasi prarekonstruksi, Senin (21/9/2020), sore kemarin.

Dalam prarekonstruksi di hotel kawasan Panakkukang Makassar itu, tampak salah seorang terduga pelaku pria, masuk lebih dahulu ke dalam hotel. Dia menuju salah satu kamar di lantai dasar hotel.

Tak beberapa lama, sebuah mobil datang menuju parkiran hotel. Penumpangnya, SN yang keluar sambil memapah korban EA yang dalam kondisi mabuk. SN terus memapah EA masuk ke dalam kamar hotel tersebut.

Tak lama berselang, satu pria kemudian menyusul EA dan SN masuk ke dalam kamar hotel bernomor 103 tersebut. Lalu disusul 4 pria lainnya.

"Hasil dari sini kami akan lakukan gelar perkara untuk penentuan status ketujuh orang ini," kata Iptu Iqbal.

Iptu Iqbal bilang, prarekonstruksi ini, untuk mencari kesesuaian keterangan korban, pelaku, saksi, juga barang dan alat bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV.

Menurut Iptu Iqbal, hasil akhirnya dari gelar perkara untuk menentukan motif, tersangka dan peran masing-masing.

Peristiwa pemerkosaan itu dialami korban pada Minggu dini hari, 20 September 2020, sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, EA dalam keadaan mabuk usai dicekoki miras di salah satu THM. Saat EA akan pulang ke rumah, salah seorang rekannya sesama perempuan, SN (21), membujuk EA agar menginap di hotel saja.

Dari THM itu, mereka bergerak ke hotel yang menjadi TKP. Ada tujuh orang bersama EA. Selain SN, juga ada enam pria, masing-masing, UF (21), IS (23), NA (20), AF (22), MF (26) dan IB (25).

Mereka membuka dua kamar. Di kamar 103, korban yang sudah setengah sadar, dibaringkan. Yang lainnya menyewa di kamar sebelah.

Korban EA yang setengah sadar, kemudian mendengar lamat-lamat ada suara pria. "Saya mo dulu," ujar pria itu.

EA lalu membuka mata. Dia kaget, sudah ada seorang pria di depannya. Melihat korban EA terbangun, pria itu lari tunggang langgang meninggalkan kamar. Begitu pula pria lainnya.

Pada Minggu, 20 September 2020, EA lalu melapor ke Polsek Panakkukang. Berbekal laporan itu, polisi melakukan pengejeran terhadap pelaku. Senin (21/9/2020) tadi, tujuh orang diduga pelaku diamankan di tempat berbeda. 

#Pemerkosaan mahasiswi #Pemerkosaan