Ibnu Kasir
Ibnu Kasir

Senin, 21 September 2020 16:53

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Oknum Polisi yang Cabuli Pelanggar Lalin di Hotel Jadi Tersangka

Untuk penetapan status tersangka, kata Komarudin, dibutuhkan dua alat bukti yang sah selain dari keterangan korban.

BUKAMATA - Brigadir DY, oknum polisi yang melakukan pencabulan terhadap anak perempuan berusia 15 tahun di Pontianak, Kalimantan Barat, ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah 5 hari proses pemeriksaan, hasil visum yang dikeluarkan dokter telah diterima Polresta Pontianak, Senin (21/9).

"Kita tetapkan (DY) sebagai tersangka setelah sebelumnya menjalankan proses pemeriksaan pelanggaran kode etik profesi. Hari ini sudah beralih status menjadi tersangka dengan dugaan atau pelanggaran," Kapolrest Pontianak, Kombes Pol Komarudin.

Brigadir DY yang merupakan staf Satlantas Polresta Pontianak melakukan pelanggaran Pasal 76 huruf D Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak 81 ayat 2.

Untuk penetapan status tersangka, kata Komarudin, dibutuhkan dua alat bukti yang sah selain dari keterangan korban.

"Karena dalam kasus ini tidak ada saksi lain sehingga kita harus menunggu hasil visum untuk menguatkan. Sejak Selasa tersangka sudah melakukan penanganan sampai saat ini," jelasnya.

"Terkait dengan hasil visum, tentunya akan dipegang di hasil persidangan, setelah visum keluar akan ada bukti yang kuat. Demikian jika terbukti terkait perlingungan anak. Saya akan menunggu hasil persidangan," bebernya dilansir Kumparan.

Sebelumnya korban bercerita, awalnya ia dengan temannya hendak pergi memasang kawat gigi di wilayah Pontianak.

Saat di persimpangan lampu merah di Jalan Tanjungpura, ia dan temannya diberhentikan oleh oknum polisi inisial DY karena kondisi kendaraan korban tidak sesuai standar persyaratan dalam berkendara. Polisi itu lantas menyuruh berhenti di poslantas dan membeberkan kesalahan keduanya.

Di lampu merah itu kena tilang dengan oknum polisi itu, ditilang, kunci motor diambil, motor diseret ke pos. Sampai di pos ditanya kenapa ndak pakai helm? ndak ada helm kata kawan saya. Kesalahannya disebutkan dengan oknum polisi itu yakni tidak pakai helm,tidak pakai masker, plat motor ndak dipasang dan STNK udah mati," cerita korban.

Karena takut ditilang, korban dipaksa untuk mengikut kemauan oknum polisi tersebut. DY memerintahkan agar korban menyuruh temannya pergi sementara korban ikut dengannya.

"Ayoklah ikut abang suruh kawannye tu pergi, pergi kemane kek. Langsung kakak tu pergi," ungkap korban.

Setelah teman korban pergi, DY langsung bergegas mengambil motor dan membonceng korban menuju salah satu hotel di Kota Pontianak. Sesampainya di hotel, pelaku menyuruh korban untuk naik ke lantai atas hotel.

“Sampai di hotel saya disuruh naik dulu die nunggu di bawah. Abis tu die langsung naik ke atas die buka pintu kamar, masuk dia terus matikan lampu,” katanya.

Di dalam hotel, pelaku mencecoki minum kepada korban dan membuat korban dalam keadaan setengah kehilangan kesadaran. Pada saat yang bersamaan oknum polisi itu melancarkan aksi tak terpujinya itu.

Setelah melakukan dugaan pencabulan di kamar hotel itu, oknum polisi itu langsung pergi meninggalkan korban dengan berdalih akan datang menemui korban lagi.

"Dia beli minuman, bekas dia saya minum abis tu dak sadar. Entah sadar atau tidak gitu. Dia langsung buka baju saya dan celana," ungkap korban.

“Habis itu dah selesai, langsung pergi, dia janjinya mau datang lagi, ternyata sampai maghrib ndak datang," sambungnya.

====

 

#Pemerkosaan #Polisi Cabul