Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Uji vaksin Covid-19 tahap ketiga disetop. Ada relawan yang sedang jatuh sakit.
INGGRIS, BUKAMATA - Uji klinis tahap akhir vaksin Covid-19 di Inggris, terpaksa dihentikan. Itu setelah salah satu relawan uji vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford itu, jatuh sakit.
AstraZeneca menggambarkannya sebagai penangguhan yang "rutin" dalam kasus "penyakit yang tidak dapat dijelaskan".
Hasil uji coba vaksin sedang dipantau secara dekat oleh dunia.
Vaksin AstraZeneca-Universitas Oxford, dipandang sebagai pesaing kuat di antara puluhan vaksin yang sedang dikembangkan secara global.
Menyusul pengujian tahap satu dan dua yang sukses, vaksin tersebut kini sangat diantisipasi untuk kemungkinan menjadi salah satu vaksin yang pertama tersedia.
Vaksin itu masuk ke tahap pengujian Fase 3 dan dalam beberapa pekan terakhir, melibatkan sekitar 30.000 peserta di Amerika Serikat, Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan. Uji coba Fase 3 pada vaksin sering melibatkan ribuan peserta dan dapat berlangsung selama beberapa tahun.
Semua situs uji coba internasional, telah dihentikan selagi penyelidikan independen meninjau data keamanan sebelum pihak regulator memutuskan uji coba dapat dimulai kembali, sebagaimana dilaporkan editor BBC bidang medis, Ferus Walsh.
"Dalam uji coba skala besar, kasus penyakit akan terjadi secara kebetulan tetapi harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya dengan hati-hati," kata juru bicara Universitas Oxford.
Ini adalah kedua kalinya uji coba vaksin virus corona dari Universitas Oxford ditunda, menurut catatan koresponden kami. Peristiwa semacam itu rutin dalam uji coba skala besar, dan terjadi setiap kali relawan dirawat di rumah sakit lantaran penyebab penyakit mereka tidak segera diketahui.
Diperkirakan pengujian vaksin dapat dilanjutkan dalam hitungan hari.
Stat News, situs web kesehatan yang pertama kali mengungkap berita itu, mengatakan, rincian reaksi tak diinginkan oleh peserta Inggris tidak segera diketahui. Namun media itu mengutip seorang sumber yang mengatakan relawan itu diperkirakan akan segera pulih.
Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, dia ingin vaksin tersedia di AS sebelum pemilihan umum pada 3 November. Namun, pernyataannya itu menimbulkan kekhawatiran, unsur politik lebih diprioritaskan daripada keamanan ketika proses pengembangan vaksin dilakukan secara buru-buru.
Pada Selasa (8/9/2020), sembilan perusahaan pengembang vaksin Covid-19 berusaha meyakinkan publik dengan mengumumkan sebuah "ikrar bersejarah", untuk menjunjung tinggi standar ilmiah dan etika dalam pengembangan vaksin.
AstraZeneca adalah di antara sembilan perusahaan yang menandatangani ikrar, untuk hanya mengajukan permohonan persetujuan peraturan setelah vaksin melalui tiga fase studi klinis.
Perusahaan-perusahaan raksasa Johnson & Johnson, BioNTech, GlaxoSmithKline, Pfizer, Merk, Moderna, Sanofi dan Novavax adalah para penandatangan lainnya.
Mereka berjanji untuk selalu menjadikan keselamatan dan kesehatan para individu yang divaksinasi sebagai prioritas utama.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50