Korban Tewas Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Tujuan Makassar Jadi Empat Orang, 218 Penumpang Selamat Dievakuasi
Basarnas melaporkan empat orang meninggal dan 218 selamat dalam kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar di perairan Madura. Polda Jatim kini menyelidiki penyebab insiden tersebut.
SURABAYA, BUKAMATANEWS – Proses evakuasi korban kebakaran Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus berlangsung. Hingga Minggu (2/8/2026) sore, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 222 orang telah berhasil dievakuasi, dengan 218 penumpang selamat dan empat orang dinyatakan meninggal dunia.

Kapal penumpang yang melayani rute Surabaya–Makassar itu terbakar saat berlayar di perairan utara Madura, memicu operasi penyelamatan besar yang melibatkan sejumlah kapal niaga dan tim SAR.
Humas Kantor SAR Surabaya, Novita Nirmala, mengatakan seluruh korban yang meninggal maupun selamat telah dievakuasi menggunakan enam kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Rinciannya, KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 109 penumpang selamat dan dua korban meninggal. TB Hasnur mengevakuasi 65 orang selamat, sedangkan KM Transco Arafura menyelamatkan 17 penumpang.
Sementara itu, KM Meratus Project 3 mengevakuasi 13 penumpang selamat dan satu korban meninggal. KM Prakarsa Mas mengevakuasi tujuh orang selamat, sedangkan KM SC Aila XVII menyelamatkan tujuh penumpang lainnya.
Polisi Turun Selidiki Penyebab Kebakaran
Di tengah proses evakuasi, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur mulai menyelidiki penyebab kebakaran kapal.
Penyelidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/73/VIII/RES 1.24./2026 tertanggal 1 Agustus 2026, yang mengatur penerjunan personel untuk melakukan pemeriksaan terhadap insiden kebakaran kapal di perairan Madura.
Kasi Intel Air Polda Jawa Timur, Kompol Riyanto, mengatakan tim penyidik dan intelijen telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan data dan mendukung proses investigasi.
"Tim penyidik dan intelijen Polda Jatim akan diterjunkan ke kawasan perairan Madura," ujarnya.
Sebanyak tujuh personel unit penyelidikan diterjunkan untuk melakukan pemantauan di lapangan, termasuk mengumpulkan informasi terkait kronologi kebakaran dan proses evakuasi.
Berawal dari Laporan Nakhoda
Insiden kebakaran pertama kali diketahui setelah nakhoda kapal melaporkan kondisi darurat saat kapal berada di perairan utara Sumenep pada Minggu pagi.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan pihak PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) menghubungi Basarnas setelah menerima informasi dari nakhoda bahwa kapal mengalami kebakaran sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.
Namun, tak lama setelah laporan tersebut disampaikan, komunikasi dengan nakhoda terputus sehingga kondisi kapal maupun para penumpang tidak dapat dipastikan.
"Pihak perusahaan kapal mendapat informasi dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali," kata Nanang.
Situasi tersebut mendorong Kantor SAR Surabaya segera berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar Tanjung Perak untuk melacak posisi terakhir kapal.
Di saat bersamaan, Pos SAR Sumenep juga berkoordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget guna meminta bantuan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.
Dari hasil komunikasi dengan KM Meratus Project 3, diketahui posisi KM Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi, sehingga operasi penyelamatan dapat segera difokuskan ke titik tersebut.
Hingga kini, proses evakuasi dan pendataan korban masih terus dilakukan, sementara aparat kepolisian mendalami penyebab pasti kebakaran yang menimpa kapal penumpang tersebut.
News Feed
Berita Populer
02 Agustus 2026 20:02
02 Agustus 2026 17:48
02 Agustus 2026 11:51
02 Agustus 2026 19:44
Wakil Wali Kota Makassar Serahkan Bantuan Pangan Gratis pada Rangkaian Muktamar V Wahdah Islamiyah
02 Agustus 2026 21:05
