Redaksi
Redaksi

Kamis, 06 Agustus 2020 13:23

Para pelaku pemerkosaan gadis di Pangkep. Pelaku rata-rata berprofesi sebagai sopir truk. (Foto:Bakri/Detik)
Para pelaku pemerkosaan gadis di Pangkep. Pelaku rata-rata berprofesi sebagai sopir truk. (Foto:Bakri/Detik)

Ternyata Pemerkosaan Bergilir Terhadap Wanita Pangkep Sudah Direncanakan 4 Sopir Truk

Ternyata empat pelaku pemerkosaan gadis remaja di Pangkep, sudah merencakan aksinya.

PANGKEP, BUKAMATA - Pemerkosaan bergilir terhadap wanita asal Pangkep, SH (18), ternyata sudah direncanakan secara matang oleh empat pelaku, DA (17), Arif (30), Wahyu Ali (30), Yusuf  (28) dan Arfan (27).

Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji membeber itu, Kamis (6/8/2020). Menurut Ibrahim, perencanaan dimulai sejak pelaku DA yang juga mantan pacar korban, mengajak korban ke tempat karaoke.

"Itu sudah kesengajaan dari awal, itu memang sudah merencanakan lalu bersama-sama ke tempat karaoke," ujar Ibrahim.

Kasubag Humas Polres Pangkep Aipda Agus Salim mengungkapkan, DA dan korban janjian ketemu di rumah N, teman korban. Korban lalu meminta izin ke orang tuanya. Hendak ke rumah N. Orang tuanya mengizinkan, karena sudah mengenal N dengan baik.

Di rumah N, pelaku DA menjemput korban dengan mobil. Di dalam mobil, juga ada 2 pelaku lainnya. Arif dan Wahyu Ali. Korban sama sekali tak curiga.

Mereka lantas ke tempat karaoke. Selesai di tempat karaoke, para pelaku mengajak korban ke rumah pelaku bernama Arif. Di rumah Arif, para pelaku mencekoki korban dengan miras.

Saat korban mulai mabuk, pelaku DA mengajak korban menonton video porno. Hingga akhirnya keduanya melakukan hubungan badan. Aksi DA dan korban lantas direkam oleh tuan rumah, Arif.

Usai melakukan hubungan badan, tiba-tiba sebuah pesan WhatsApp masuk ke ponsel korban. Pengirimnya Arif. "Mau saya viralkan atau layani saya," demikian bunyi pesan Arif.

Takut diviralkan, korban lantas melayani Arif, juga Wahyu di dalam kamar yang sama. Setelah itu, para pelaku menggiring korban ke halaman rumah untuk dicekoki minuman keras.

Saat di halaman rumah, para pelaku yang berprofesi sebagai sopir truk itu memanggil 2 rekannya yang lain, yakni Yusuf dan Arfan.

Yusuf yang datang ke rumah Arif dan melihat korban sudah tidak berdaya langsung ikut memperkosa korban. Sementara Arfan, tidak ikut memperkosa korban. Pasalnya, dia tidak menemukan korban di dalam rumah.

"Kan dua orang temannya toh, yang Y ini dia ikut melakukan. Terus temannya yang satu ini, karena dia masuk juga, kan keadaan gelap, dia cari-cari, ndag dia dapat, ndag jadilah dia," jelas Agus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemerkosaan di Pangkep #Pemerkosaan