Capture video yang memperlihatkan mulai keluarga jenazah bernegosiasi hingga pasrah.
Capture video yang memperlihatkan mulai keluarga jenazah bernegosiasi hingga pasrah.
Capture video yang memperlihatkan mulai keluarga jenazah bernegosiasi hingga pasrah.
Capture video yang memperlihatkan mulai keluarga jenazah bernegosiasi hingga pasrah.
Capture video yang memperlihatkan mulai keluarga jenazah bernegosiasi hingga pasrah.
Tiga Wanita Pertahankan Jenazah Tak Dibawa Petugas Covid-19
Penolakan keluarga jenazah untuk membawa jasad keluarganya dengan protokol Covid-19, kembali terjadi di salah satu rumah sakit di Makassar.
MAKASSAR, BUKAMATA - Sebuah video viral, tiga wanita memohon-mohon ke petugas berseragam APD, agar jenazah tidak dibawa dan dimakamkan secara Covid-19.
Seorang wanita berjilbab hitam, yang tampaknya istri almarhum, memohon sambil menangis.
"Saya tidak tanda tangan karena saya tunggu dulu anakku. Mohon pengertiannya kodong," pinta ibu berbaju hijau itu.
Seorang petugas berpakaian APD lalu menimpali, "Saya paham".
"Jangan dulu sentuh suamiku. Adapi anakku. Ini saya sementara koordinasi," ujarnya sambil memperlihatkan teleponnya.
Gadis berhijab merah di dekatnya yang diduga anak almarhum, juga meminta agar jasad ayahnya jangan dibawa.
"Tunggu dulu kakakku kodong," pintanya.
Namun petugas ber-APD putih tetap merangsek maju. Akhirnya wanita berhijab hitam diseret. Tampak ketiganya menjerit. Melihat mamanya diseret, wanita yang tidak berhijab tampak berusaha menghalangi petugas. Sementara wanita berhijab merah kembang-kembang, sempat membuka penutup wajahnya dan meludahi petugas ber-APD.
Rekaman selanjutnya memperlihatkan tiga wanita itu pasrah. Tampak beberapa petugas berseragam loreng dan memakai tameng, juga berjaga-jaga. Diduga video itu diambil di salah satu rumah sakit di Kota Makassar. Kejadiannya, Kamis, 28 Mei 2020.
Belum ada tanggapan dari pihak rumah sakit terkait video tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah video viral, tiga wanita memohon-mohon ke petugas berseragam APD, agar jenazah tidak dibawa dan dimakamkan secara Covid-19. Seorang wanita berjilbab hitam, yang tampaknya istri almarhum, memohon sambil menangis. "Saya tidak tanda tangan karena saya tunggu dulu anakku. Mohon pengertiannya kodong," pinta ibu berbaju hijau itu. Seorang petugas berpakaian APD lalu menimpali, "Saya paham". "Jangan dulu sentuh suamiku. Adapi anakku. Ini saya sementara koordinasi," ujarnya sambil memperlihatkan teleponnya. Gadis berhijab merah di dekatnya yang diduga anak almarhum, juga meminta agar jasad ayahnya jangan dibawa. "Tunggu dulu kakakku kodong," pintanya. Namun petugas ber-APD putih tetap merangsek maju. Akhirnya wanita berhijab hitam diseret. Tampak ketiganya menjerit. Melihat mamanya diseret, wanita yang tidak berhijab tampak berusaha menghalangi petugas. Sementara wanita berhijab merah kembang-kembang, sempat membuka penutup wajahnya dan meludahi petugas ber-APD. Rekaman selanjutnya memperlihatkan tiga wanita itu pasrah. Tampak beberapa petugas berseragam loreng dan memakai tameng, juga berjaga-jaga. Diduga video itu diambil di salah satu rumah sakit di Kota Makassar. Kejadiannya, Kamis, 28 Mei 2020. Belum ada tanggapan dari pihak rumah sakit terkait video tersebut. #bukamatanews #viral #rumahsakit #covid19 #makassar #sulawesiselatan #jenazah #petugascovid #PSBB
Sebuah kiriman dibagikan oleh bukamatanews.id (@bukamatanews) pada