Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Kemendikbud diminta mempertimbangkan secara matang rencana dibukanya kembali operasional sekolah pada Juli atau Desember
BUKAMATA - Wacana dibukanya kembali operasional sekolah pada Juli atau Desember mendatang mendapat sorotan. Salah satunya dari Anggota Komisi X Fraksi PDIP, Putra Nababan,
Putra Nababan mengingatkan Kemendikbud mempertimbangkan secara matang rencana tersebut. Termasuk mempertimbangkan kemungkinan terjadinya gelombang kedua (second wave) penyebaran virus corona seperti terjadi di beberapa negara, dan kasus infeksi terdahulu.
"Karena belajar dari spanishflue second wave harus dipertimbangkan. Second wave harus masuk pertimbangan dari pemerintah dan seperti spanishflue itu second wave membawa korban paling banyak. Spanishflue 1918 yang mati 50 juta org," kata Putra.
"Jadi yang pembuat kebijakan itu jangan pertimbangannya hanya pertimbangan hanya karena kita mau buru-buru kembali ke kebiasaan lama," tambahnya.
Dia tak ingin kebijakan pembukaan sekolah setelah ditutup karena wabah virus corona, justru menimbulkan permasalahan baru. Putra pun meminta Kemendikbud mengutamakan keselamatan anak didik dan guru.
"Dia menciptakan gelombang atau sudah ada gelombang, dia membuat gelombang itu makin dahsyat. Saya lebih mengedepankan nyawa anak-anak, nyawa guru," ucap dia.
Putra meminta Kemendikbud untuk mempertimbangkan rapid test atau suplemen/obat di sekolah setiap hari, jika sekolah akan dibuka. Jika tak bisa terpenuhi, ia menuturkan sebaiknya sekolah tak dibuka terlebih dahulu.
"Ya tanpa rapid test, enggak ada obat, enggak ada vaksin ya janganlah kita ciptakan second wave atau memperburuk second wave dengan pertimbangan yang hanya sekadar pendidikan, ini bukan masalah pendidikan ini tapi kesehatan," bebernya dilansir Kumparan.
Dua opsi yang digodok Kemendikbud untuk membuka kegiatan sekolah pada Juni atau Desember, sempat dibahas dalam rapat internal bersama komisi X.
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, mengatakan saat ini pihaknya masih mengkaji operasional yang dilakukan dengan pertimbangan kesehatan.
"Sesuai dengan pembahasan di Komisi X (Juli atau Desember). Masih dikaji dan disiapkan operasionalisasinya. Nomor satu pertimbangannya tentu kesehatan dan keselamatan siswa, guru maupun orang tua," kata Nizam.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33