Redaksi
Redaksi

Sabtu, 09 Mei 2020 16:06

Elvina semasa hidup. Insert; Jefri Lim.
Elvina semasa hidup. Insert; Jefri Lim.

Kardus Robek Saat Diangkat ke Taksi Online, Potongan Tubuh Elvina Nyaris Bercecer

Potongan tubuh Elvina nyaris terburai dari dalam kardus. Terpaksa kardus itu tak jadi diangkut ke taksi online untuk dibuang ke lubuk pakam.

MEDAN, BUKAMATA - Polrestabes Medan merampungkan penyidikan kasus pembunuhan Elvina (21). Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir menghadirkan 3 tersangka dalam konferensi pers.

Mereka adalah, Jefri Lim (22), Michael alias Acai (22), dan Tek Sukfen (56), ibu dari Jefri. Ketiganya hadir dengan baju tahanan oranye.

Kombes JE Isir mengungkap peran masing-masing. Jefri sebagai eksekutor, Michael dan Tek Sukfen membantu upaya menghilangkan jasad korban.

Jefri dan Michael, teman satu sel di penjara di Rutan Tanjung Gusta. Baru-baru ini keduanya baru mendapatkan pembebasan setelah mendapatkan kesempatan asimilasi dari Kemenkumham akibat wabah corona.

Michael awalnya menjemput Elvina dan membawanya ke rumah Jefri pada sekitar pukul 11.50 WIB.

Tiba di rumah Jefri, Elvina lalu diajak oleh Jefri ke kamar mandi untuk berhubungan badan. Elvina jelas menolak.

Karena menolak, Elvina lantas didorong oleh Jefri. Kepalanya dibenturkan ke dinding hingga tak sadarkan diri. Dalam kondisi tak sadarkan diri, Elviana sempat diperkosa oleh Jefri.

Setelah melampiaskan nafsunya, Jefri kemudian merobek perut dan menusuk dada kiri Elviana dengan pisau. Gadis yang bekerja di bridal salon itu pun tewas.  Setelah memastikan Elvina tak lagi bernyawa, Jefri memberitahu Michael bahwa pacarnya itu sudah tewas.

Untuk menghilangkan jejak, Jefri kemudian menyuruh Michael membeli bensin. Dia mau membakar jasad Elvina. Disuruh, Michael menurut saja. Solidaritas sebagai aesama tahanan lebih erat ketimbang hubungan asmaranya dengan korban. Apalagi Michael juga takut dibunuh oleh Jefri.

Michael membeli dua botol bensin ketengan, lalu menyerahkannya kepada Jefri. Lagi-lagi, Jefri yang membakar jasad korban.

Tak cukup sampai di situ, mayat Elvina kemudian dipotong-potong oleh Jefri menjadi beberapa bagian. Dia tak meneruskan. Katanya keras. Potongan itu dimasukkan ke dalam kardus. Untuk tugas yang satu ini, Jefri dibantu oleh ibunya, yakni Tek Sukfen.

Michael hanya melihat adegan itu dengan tatapan masygul. Dia masih tak percaya apa yang dialaminya.

Setelah merampungkan semuanya, Jefri dan Tek Sukfen menelepon ibu Michael, yakni Jenny untuk datang ke lokasi kejadian. Sejurus kemudian Jenny bersama I (paman Michael) datang dan mereka diberitahu oleh Jefri dan Tek Sukfen bahwa Michael yang telah membunuh Elvina.

Karena lakban untuk membungkus kardus berisi potongan tubuh Elvina kurang, Jefri kemudian keluar sebentar untuk membeli tambahan lakban dan membalut kembali kardus tersebut sampai benar-benar rapat.

Selanjutnya, Jefri memesan taksi online untuk membawa potongan tubuh dalam kardus tersebut ke Lubuk Pakam, ibukota Kabupaten Deliserdang.

Sejurus kemudian, taksi datang dan berhenti di depan rumah. Namun, kardus tersebut robek beberapa saat hendak diangkat ke dalam taksi. Potongan tubuh Elvina nyaris bercecer. Darah pun melimpah keluar dari dalam kardus.

Dengan maksud dirapikan ulang, kardus pun dibawa masuk kembali ke dalam ruang tengah rumah. Pesanan taksi dibatalkan. Darah yang berceceran di lantai dibersihkan oleh Tek Sukfen.

Berikutnya, Jefri dan Tek Sukfen lalu mengintimidasi Michael untuk mengakui bahwa pembunuhan tersebut hanya dirinya sendiri yang melakukannya tanpa melibatkan orang lain. Michael pun menulis pernyataan di atas kertas, lalu meminum obat pembasmi nyamuk untuk meyakinkan Jefri dan Tek Sukfen.

Sore harinya, pukul 17.00 WIB, ibu dan paman Michael, yakni Jenny dan I, pergi ke rumah orang tua Elvina untuk memberitahukan kejadian tersebut. Orang tua Elvina lalu melapor ke polisi. Dua jam kemudian, polisi dari Polsek Percut Sei Tuan pun datang ke TKP. Mereka pun membongkar sandiwara yang dirancang Jefri Lim dan ibunya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan #Medan