Redaksi
Redaksi

Rabu, 06 Mei 2020 14:03

Istri Frans, Santi di kediamannya. (Sumber: Sosok.id)
Istri Frans, Santi di kediamannya. (Sumber: Sosok.id)

Dirumahkan karena Corona, Pria Ini Tawarkan Ginjalnya untuk Biaya Hidup

Frans berkeliling. Kertas karton diletakkan di dada dan punggungnya. Isinya, melego ginjalnya untuk biaya hidup, dan untuk melunasi utangnya. PHK karena corona, membuat hidupnya sulit.

KLATEN, BUKAMATA - Frans Larry Oktavianus (43) kebingungan. Pria asal Klaten, Jawa Tengah ini, dirumahkan lantaran perusahaan cuci mobil tempatnya mengais rezeki, sepi pelanggan akibat virus corona. Frans pun kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Dia lalu melego ginjalnya, demi membiayai kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya.

Dikutip dari Sosok.id, Frans dikabarkan berjalan kaki dengan membawa poster untuk menawarkan ginjalnya. Poster itu dipasang di bagian dada dan punggung, bertuliskan niat Frans untuk menjual ginjal miliknya. Selain untuk biaya hidup, Frans juga memiliki utang.

Poster yang terbuat dari karton itu menyatakan, Frans menjual ginjal miliknya untuk melunasi utang, membayar biaya pendidikan, kesehatan, tempat tinggal dan makan sehari-hari.

Kendati beritanya sudah menjadi viral di media sosial dan tersebar luas, tetapi istri Frans, Santi (41) mengaku tidak tahu sama sekali soal niat suaminya itu.

Dikutip dari Tribun Solo, Santi saat ditemui di kediamannya di Dukuh Karangasem, Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Klaten mengaku, suaminya tidak pernah mengatakan kepadanya.

Santi hanya mengetahui suaminya melakukan perjalanan dari Klaten ke Semarang sejak Sabtu (2/5/2020) lalu.

Adapun, tujuan Frans ke Semarang adalah untuk menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurut Santi, suaminya pergi ke Ibu Kota Jawa Tengah itu hanya berbekal ransel dan masker.

Saat suaminya izin pergi, Santi hanya bisa berpesan agar cepat kembali ke rumahnya di Klaten.

"Kami sebenarnya khawatir dengan keadaannya, takut saya," aku dia.

Namun, rupanya upaya Frans untuk bertemu dengan Ganjar tak membuahkan hasil.

Sebab pada Selasa (5/5/2020) ia sudah dijemput oleh tim ekspedisi di Semarang.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Ngering, Rahmanto.

"Frans sudah ditemukan pagi tadi di Semarang oleh tim ekspedisi di Semarang," kata Rahmanto.

Menurut keterangan Rahmanto, Frans berhasil ditemukan setelah melacak narasumber dari berbagai pihak.

Sesampainya di Klaten, Frans langsung diminta untuk menjalani isolasi diri.

Sementara itu, Ganjar sendiri menyayangkan aksi nekat Frans yang berujung sia-sia karena tak dapat bertemu dengannya.

Ganjar menyarankan, masyarakat yang ingin meminta bantuan lebih baik menghubungi kepala daerah masing-masing.

"Tidak perlu seperti itu, dia bisa lapor ke RT/RW atau lurah di daerahnya itu sudah cukup.

"Saya kira Bupati Klaten juga cukup responsif soal ini," ujar Ganjar di Semarang, Senin (4/5/2020) lalu.

"Cukup minta bantuan ke pemerintah, atau langsung ke saya.

"Biasanya ada orang yang minta bantuan ke saya, langsung diverifikasi dan langsung dapat.

"Jadi silakan itu ditempuh, jangan membuat suasana jadi ngeri. Saya khawatir saja sebenarnya, orang itu belum lapor pada aparat," tegas Ganjar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kisah sedih #Covid-19