Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 24 April 2020 13:50

Wali Kota Kendari, Sulkarnain, meninjau pebatasan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe Selatan.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain, meninjau pebatasan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe Selatan.

Bandara Halu Oleo Tutup, Semua Perbatasan Diawasi Ketat

Wali Kota Kendari, Sulkarnain meninjau langsung perbatasan wilayah yang dipimpinnya. Itu dalam rangka melindungi warganya dari Covid-19.

KENDARI, BUKAMATA - Wali Kota Kendari Sulkarnain menegaskan, akan memperketat protokol kesehatan untuk pemudik yang nekat masuk ke Kota Kendari, khususnya akses masuk transportasi melalui darat.

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran wabah corona virus disease (COVID-19).

“Perbatasan di Kecamatan Puuwatu-Abeli Sawah, perbatasan Baruga- Ranomeeto, dan perbatasan Nambo-Moramo, mesti lebih diperketat protokol kesehatannya, karena ini menjadi satu-satunya akses darat untuk masuk ke Kota Kendari. Jangan sampai ada warga dari luar yang nekat masuk Kendari lewat darat. Jadi di sini mesti diperketat lagi. Itu dikarenakan seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Haluoelo Kendari, membatalkan semua jadwal penerbangan penumpang mulai tanggal 25 April hingga 1 Juni 2020," ujar Sulkarnain saat meninjau langsung tiga titik pintu masuk Kota Kendari, Jumat (24/4/2020).

Selain itu, Sulkarnain juga menyampaikan kepada seluruh petugas di perbatasan untuk menerapkan aturan pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT), bagi pemudik yang nekat masuk Kota Kendari lewat darat. Biaya pemeriksaan RDT, ditanggung pemudik.

“Mau tak mau semua harus dicek, yang sehat tetap bisa masuk, namun kalau ada yang terdeteksi reaktif akan langsung dikarantina di rusunawa yang telah disiapkan. Antisipasi ini bisa menyelamatkan orang lain agar tidak terkena Covid-19,“ tegas Sulkarnain

Apa yang dilakukan Pemkot kata Sulkarnain, sesuai arahan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Kemenhub, tambah Sulkarnain, sudah menginstruksikan penutupan jalur udara, termasuk Bandara Halu Oleo Kendari.

Namun jalur tersebut masih akan dibuka khusus untuk pengiriman logistik.

“Hal itu karena adanya keputusan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idulfitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Penulis : Wawan
#Kendari #Covid-19