Redaksi : Senin, 20 April 2020 13:10
Seorang penjambret diamankan usai dimassa warga di Kenjeran, Surabaya. (fajarnusantara)

SURABAYA, BUKAMATA - Minggu malam, 19 April 2020. Jamilah (15), sedang bersama dua temannya di depan sebuah minimarket di wilayah Jl. Bulak Banteng Lor Surabaya.

Jarum jam ketika itu menunjukkan pukul 22.11 WIB. Jamilah sedang memainkan ponselnya. Dia sedang saling berkirim pesan chat dengan temannya, ketika seorang pria bermotor mendekat.

Dia lalu merebut ponsel Jamilah kemudian tancap gas. "Jambret!!!" teriak Jamilah kencang.

Tak ingin kehilangan ponselnya, Jamilah mengambil sepeda motornya lalu mengejar si penjambret. Sepanjang jalan, Jamilah terus berteriak "jambrettt!!!".

Karena panik, penjambret itu masuk ke dalam sebuah gang. Tak paham lokasi dan kondisi gelap, penjambret terjebak di gang buntu.

Dia lalu meninggalkan sepeda motornya lalu masuk ke sebuah got. Warga lalu beramai-ramai menutup seluruh jalan keluar got selebar 2 meter itu.

Penjambret itu pun pasrah ditangkap. Bogem mentah datang dari berbagai arah. Membuat wajah pria itu bonyok kiri kanan.

Untung, seorang warga yang berprofesi sebagai anggota TNI AL, mengamankan penjambret itu di kantor Kelurahan Bulak Banteng.

Saat dimintai keterangan oleh anggota TNI AL itu, pelaku mengaku bernama Moch Hasan. Dia tidak memiliki kartu identitas diri. Dia mengaku warga di Tenggumung Wetan Gg 2, tinggal bersama bibinya.

Masih pengakuan pelaku, ternyata dia tidak sendirian saat melakukan aksinya. Dia bersama rekannya bernama Riski. Pelaku diserahkan ke pihak kepolisian Polsek Kenjeran berserta barang bukti untuk diproses secara hukum.