Aparat Bubarkan Paksa Warga yang Tolak Pemakaman Jenazah di Gowa
Karena tidak ada penyelesaian, aparat terpaksa melakukan pembubaran paksa terhadap warga menolak jenazah corona dimakamkan di Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel.
GOWA - Warga yang menolak kedatangan jenazah di Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi SulSel, dibubarkan paksa oleh gabungan aparat, di Jalan Macanda Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (2/4/2020).
Sebelumnya, warga mengusir mobil ambulance yang membawa jenazah diduga korban corona. Setelah setengah jam kemudian, aparat gabungan datang kelokasi.
Aparat langsung mendatangi warga yang menutup jalan di depan pintu masuk pemakaman. Sempat diadakan mediasi, tetapi warga masih menolak terhadap keputusan pemerintah yang meninggal karena corona akan dikuburkan di Pemakaman Pemda.
Tidak ada penyelesaian, aparat terpaksa melakukan pembubaran paksa. Warga kemudian berlarian sambil berteriak.
Salah satu perwiran TNI, M. Suaib mengatakan, hanya satu jenazah yang datang tadi. Warga yang melihat ambulance datang, lalu berkumpul dan melakukan blokade jalan.
"Ini kita harus amankan, ini kebijakan pemerintah yang harus ikuti. Terus kalau tidak disini dimana lagi, dan masyarakat harus tau itu, dan ini sudah dipikirkan oleh pemerintah, resiko dan lain-lain," kata Suaib.
Kata Suaib, rencananya petugas gabung yang terdiri dari TNI, POLRI dan SATPOL PP, akan melakukan pengamanan selama 24 jam di Kompleks Pemakaman Pegawai PEMDA Sulsel.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
