Ulfa
Ulfa

Kamis, 02 April 2020 17:27

Petugas berjaga-jaga usai bubarkan warga. FOTO/Andis
Petugas berjaga-jaga usai bubarkan warga. FOTO/Andis

Aparat Bubarkan Paksa Warga yang Tolak Pemakaman Jenazah di Gowa

Karena tidak ada penyelesaian, aparat terpaksa melakukan pembubaran paksa terhadap warga menolak jenazah corona dimakamkan di Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel.

GOWA - Warga yang menolak kedatangan jenazah di Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi SulSel, dibubarkan paksa oleh gabungan aparat, di Jalan Macanda Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (2/4/2020).

Sebelumnya, warga mengusir mobil ambulance yang membawa jenazah diduga korban corona. Setelah setengah jam kemudian, aparat gabungan datang kelokasi.

Aparat langsung mendatangi warga yang menutup jalan di depan pintu masuk pemakaman. Sempat diadakan mediasi, tetapi warga masih menolak terhadap keputusan pemerintah yang meninggal karena corona akan dikuburkan di Pemakaman Pemda.

Tidak ada penyelesaian, aparat terpaksa melakukan pembubaran paksa. Warga kemudian berlarian sambil berteriak.

Salah satu perwiran TNI, M. Suaib mengatakan, hanya satu jenazah yang datang tadi. Warga yang melihat ambulance datang, lalu berkumpul dan melakukan blokade jalan.

"Ini kita harus amankan, ini kebijakan pemerintah yang harus ikuti. Terus kalau tidak disini dimana lagi, dan masyarakat harus tau itu, dan ini sudah dipikirkan oleh pemerintah, resiko dan lain-lain," kata Suaib.

Kata Suaib, rencananya petugas gabung yang terdiri dari TNI, POLRI dan SATPOL PP, akan melakukan pengamanan selama 24 jam di Kompleks Pemakaman Pegawai PEMDA Sulsel.

Penulis : Andis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Penolakan Jenazah #Covid-19

Berita Populer