GOWA - Sejumlah orang diamankan karena diduga sebagai provokator penolakan pemakaman jenazah korban virus corona di Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel, Jalan Macanda Romang Polong, Kabupaten Gowa, Kamis (2/4/2020).
Mulanya, berdasarkan pantauan Bukamatanews di lokasi, 3 truk mobil tentara yang membawa personil dikerahkan ke lokasi tersebut. Termasuk 2 mobil truk kepolisian.
Di hadapan aparat, salah seorang yang diduga provokator menutup jalan dengan motornya. Dia bahkan menyuruh pengendara lain untuk putar balik, sambil berbicara dengan nada tinggi
Aparat kemudian melakukan pembubaran. Empat orang yang diduga sebagai provokator diamakan lalu dinaikkan ke mobil tahanan.
Tidak lama setelah itu, aparat melakukan pembubaran secara paksa. Warga kemudian berhamburan menghindari aparat.
Kapolres Gowa, Boy Samola kemudian menyeruh anggotanya untuk mencari provokator utama di balik aksi penolakan jenazah ini.
Tak lama kemudian, Tim 86 mengamankan seorang pria yang diduga berprofesi sebagai pengacara. Dia kemudian disekap lalu diangkut ke mobil tahanan polisi.
Sehingga yang diduga provokator bertambah menjadi 5 orang. Kelimanya kemudian dibawa ke Polres Gowa untuk diperiksa.
BERITA TERKAIT
-
Dilarang Lihat Jenazah Istrinya, Saat Mengintip Pria Ini Kaget, Istrinya Dimandikan Empat Pria
-
"Ibu Saya Nonreaktif Kok Jenazahnya Dilabeli Covid-19," Curhat Tirani
-
Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP di Makassar, Ini Penjelasan RS Dadi
-
Tiga Wanita Pertahankan Jenazah Tak Dibawa Petugas Covid-19
-
3 Provokator Penolakan Jenazah Perawat Akhirnya Ditangkap