Dolar AS Berisiko Sentuh Rp 17.000
Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS di tengah wabah corona di Indonesia.
BUKAMATA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di perdagangan hari ini hingga menembus Rp 16.000/US$.
Rupiah membuka perdagangan dengan melemah 0,31% di Rp 15.950/US$, tetapi berselang satu jam kemudian sudah ambles lagi.
Rupiah akhirnya menyentuh level 16.550/US$, atau merosot 4,09% di pasar spot, melansir data Refinitiv.
Tanda-tanda akan kembali terjadi aksi jual di pasar keuangan dalam negeri sudah terlihat sejak dini hari tadi. Indeks saham berjangka (futures) Wall Street langsung ambles 5% menyentuh "batas bawah" atau "limit down" dari 5 menit setelah perdagangan di bulan pukul 05:00 WIB.
Indeks berjangka Wall Street bisa dijadikan indikator sentimen konsumen terhadap aset-aset berisiko. Ketika ambles, itu artinya sentimen sedang memburuk dan berisiko memicu aksi jual di pasar keuangan dalam negeri, baik di bursa saham maupun pasar obligasi.
Aksi jual di pasar keuangan RI semakin menjadi-jadi di bulan ini, setelah pandemi virus corona (COVID-19) masuk ke dalam negeri. Di Indonesia hingga saat ini sudah ada 514 kasus positif, dengan 48 orang meninggal dan 29 orang dilaporkan sembuh.
Secara teknikal, dilansir CNBC, Senin (24/3/2020), tekanan rupiah semakin besar setelah menembus ke atas Rp 15.265/US$ yang merupakan resisten (tahanan atas) yang kuat.
Menggunakan indikator Fibonacci Retracement (garis merah), dengan menarik garis dari 11 Oktober 2019 di Rp 15.265/US$ hingga 24 Januari 2020 Rp 13.565/US$.
Mata uang Tanah Air ini menjebol level Rp 15.265/US$ yang merupakan Fib. Retracement 100% pada Kamis (19/3/2020). Setelahnya rupiah terus mengalami pelemahan.
Dengan dijebolnya Fib. Retracement 100%, dan melihat tingginya volatilitas belakangan ini, rupiah berisiko mencapai rekor terlemah sepanjang masa Rp 16.800/US$ dalam beberapa hari ke depan.
Apalagi jika pada perdagangan hari ini berakhir di atas level Rp 16.200/US$ yang merupakan level tertinggi intraday 18 Juni 1998.
Rekor terlemah Rp 16.800/US$ sebelumnya dicapai pada 17 Juni 1998, dan jika berhasil dilewati, maka panduan menentukan resisten sudah tidak ada lagi, rupiah berisiko melemah ke Rp 17.000/US$ yang menjadi level psikologis.
Sementara, jika di akhir perdagangan nanti rupiah berada di bawah 16.200/US$, melihat indikator stochastic yang jenuh beli (overbought), rupiah memiliki peluang berpeluang menguat Rp 16.000 hingga Rp 15.900/US$.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
