Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Kembali Tersungkur ke Level Rp18.000
05 Juni 2026 11:37
Kehadiran Cath Lab di RSUD dr La Palaloi diharapkan mampu memangkas waktu rujukan, mempercepat penanganan kasus darurat, serta meningkatkan peluang keselamatan pasien.
MAROS, BUKAMATANEWS - Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Maros. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr La Palaloi segera menghadirkan layanan Cath Lab (Catheterization Laboratory), fasilitas modern untuk diagnosis dan penanganan penyakit jantung serta pembuluh darah yang selama ini hanya dapat diakses melalui rumah sakit rujukan di Kota Makassar.

Fasilitas bantuan dari Kementerian Kesehatan RI dengan nilai investasi sekitar Rp30 miliar tersebut diharapkan menjadi solusi bagi pasien jantung yang membutuhkan penanganan cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.
Saat meninjau langsung fasilitas tersebut pada Kamis (4/6/2026), Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan dalam peningkatan layanan kesehatan di daerah.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Maros dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan RI Bapak Budi Gunadi Sadikin atas perhatian dan bantuan yang sangat berarti ini,” ujar Chaidir.
Menurutnya, kehadiran Cath Lab menjadi langkah strategis dalam mendekatkan pelayanan kesehatan spesialis kepada masyarakat. Ia menegaskan, fasilitas tersebut merupakan hasil perjuangan dan komunikasi intensif pemerintah daerah dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih lengkap di Maros.
Meski seluruh peralatan utama telah tersedia, Cath Lab belum dapat langsung dioperasikan. RSUD dr La Palaloi saat ini masih menyelesaikan proses perizinan serta menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus untuk mengoperasikan fasilitas tersebut.
Direktur Utama RSUD dr La Palaloi, dr Sri Syamsinar Rachmah, menjelaskan bahwa pengoperasian Cath Lab memerlukan dokter dan tenaga medis yang telah menjalani pelatihan khusus.
“Untuk pengoperasian alat sekompleks Cath Lab, kami sementara mengurus izin operasional dan mempersiapkan tenaga dokter serta tim medis yang benar-benar terlatih. Karena itu, tim medis kami harus mengikuti pelatihan khusus terlebih dahulu selama kurang lebih tiga bulan,” jelasnya.
Selain pelatihan bagi tenaga keperawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung selama tiga bulan, dokter yang akan bertugas juga dijadwalkan mengikuti program fellowship selama satu tahun di Tiongkok guna memperkuat kompetensi dalam penanganan kasus-kasus kardiovaskular.
Dengan berbagai tahapan persiapan tersebut, layanan Cath Lab diproyeksikan mulai beroperasi penuh dalam enam bulan mendatang.
Selama ini, pasien jantung di Maros yang membutuhkan tindakan intervensi seperti pemasangan ring jantung (stent) maupun balonisasi harus dirujuk ke rumah sakit di Makassar. Kondisi tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat pada masa kritis atau *golden period*.
Kehadiran Cath Lab di RSUD dr La Palaloi diharapkan mampu memangkas waktu rujukan, mempercepat penanganan kasus darurat, serta meningkatkan peluang keselamatan pasien. Pemerintah Kabupaten Maros optimistis fasilitas ini akan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan jantung sekaligus memperluas akses pelayanan medis modern bagi masyarakat.
05 Juni 2026 11:37
05 Juni 2026 10:45
05 Juni 2026 10:36
05 Juni 2026 10:31
05 Juni 2026 10:45
05 Juni 2026 10:36
05 Juni 2026 10:25