Pemkot Makassar Apresiasi Eks Napiter Gelar Turnamen Sepak Bola Pelajar
04 November 2026 20:25
Dengan aparatur yang profesional, berintegritas, inovatif, dan berorientasi pada hasil, BPOM diharapkan semakin mampu menjalankan peran strategisnya dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita menuju Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
JAKARTA, BUKAMATANEWS — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik dalam mendukung keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui implementasi Asta Cita.

Penegasan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat memimpin pengambilan sumpah 31 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berasal dari sekolah kedinasan sekaligus melantik 99 pejabat fungsional di lingkungan BPOM, Rabu (4/11/2026), di Aula Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kantor BPOM, Jakarta.
Pelantikan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BPOM untuk menghadapi tantangan pengawasan obat dan makanan yang semakin kompleks, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Taruna Ikrar menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni administratif atau pergantian status kepegawaian, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral, profesional, dan kebangsaan.

"Sumpah yang diucapkan adalah janji kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan negara. Setiap aparatur mengemban tanggung jawab untuk melaksanakan janji tersebut melalui pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil dan Pejabat Fungsional di BPOM," tegas Taruna Ikrar.
Menurutnya, keberhasilan BPOM dalam menjalankan mandat negara sangat ditentukan oleh kualitas aparatur yang bekerja dengan integritas, kompetensi, serta semangat pengabdian untuk kepentingan masyarakat.
Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Melalui pengawasan obat dan makanan dari hulu hingga hilir, BPOM bertanggung jawab memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, berkhasiat atau bermanfaat, dan bermutu, sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional yang sehat dan berdaya saing.
"Peran BPOM sangat penting dalam mewujudkan Asta Cita melalui pengawasan obat dan makanan dari hulu hingga hilir. Kinerja SDM BPOM menghadirkan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus dukungan untuk praktik berusaha yang adil sehingga bermuara pada terwujudnya Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaya saing," ungkapnya.
Penguatan aparatur tersebut juga relevan dengan berbagai program prioritas pemerintah, termasuk pengawalan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan akses terhadap obat yang aman dan bermutu, serta penguatan daya saing industri obat dan makanan dalam negeri.
Taruna menekankan bahwa setiap aparatur BPOM harus memahami bahwa keberhasilan program pemerintah membutuhkan kerja nyata, koordinasi lintas sektor, dan kemampuan menerjemahkan kebijakan menjadi manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
Pada kesempatan tersebut, Taruna Ikrar mengingatkan seluruh PNS dan pejabat fungsional yang dilantik untuk senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga meminta seluruh aparatur menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK, menegakkan kode etik dan kode perilaku, serta menginternalisasikan semangat Bangga Melayani Bangsa dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sebagai bagian dari birokrasi modern, aparatur BPOM dituntut menjadi motor penggerak perubahan yang mampu menghadirkan energi positif di lingkungan kerja.
"Setiap aparatur harus mampu bekerja secara efektif, responsif, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat," pesannya.
Taruna menilai bahwa tantangan pengawasan obat dan makanan ke depan tidak semakin sederhana. Perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi produk kesehatan, perdagangan global, dan transformasi digital menuntut aparatur memiliki kompetensi yang terus diperbarui.
Karena itu, pejabat fungsional tidak boleh hanya mengandalkan jabatan dan pengalaman, tetapi harus terus belajar, memperluas wawasan, serta membangun kemampuan berpikir strategis dan visioner.
Dalam arahannya, Taruna Ikrar juga memberikan perhatian terhadap pentingnya transformasi teknologi dalam mendukung efektivitas kinerja aparatur BPOM.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan sistem pengawasan modern.
Meski demikian, penggunaan teknologi harus dilaksanakan secara bertanggung jawab, mengedepankan etika, serta tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.
Ia mendorong seluruh jajaran BPOM memperluas jejaring kerja, meningkatkan kolaborasi dengan dunia akademik, pelaku usaha, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu memperkuat inovasi pengawasan sekaligus mempercepat terwujudnya pelayanan publik yang efektif, transparan, dan adaptif.
Taruna menambahkan bahwa aparatur yang memiliki pola pikir visioner, wawasan luas, serta kemampuan melihat persoalan secara menyeluruh akan lebih siap menghadapi perubahan dan mengembangkan karier secara berkelanjutan.
Menutup arahannya, Taruna Ikrar mengingatkan bahwa negara dan masyarakat telah memberikan kepercayaan besar kepada para PNS dan pejabat fungsional BPOM.
Karena itu, setiap amanah harus dijawab melalui karya nyata, kinerja yang terukur, serta prestasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Negara dan masyarakat telah memberikan kepercayaan besar kepada setiap PNS dan pejabat fungsional BPOM. Laksanakan kepercayaan serta amanah ini dengan sebaik-baiknya. Buktikan melalui karya, kinerja, dan prestasi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.
Pelantikan 99 pejabat fungsional dan pengambilan sumpah 31 PNS tersebut sekaligus menegaskan komitmen BPOM untuk terus memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta mengoptimalkan peran kelembagaan dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Dengan aparatur yang profesional, berintegritas, inovatif, dan berorientasi pada hasil, BPOM diharapkan semakin mampu menjalankan peran strategisnya dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita menuju Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaya saing. (*)
04 November 2026 20:25
04 November 2026 18:52
04 November 2026 18:40
04 November 2026 17:25