Guru dan Orang Tua Jadi Kunci, Bunda PAUD Sulsel Dorong Pendidikan Ramah Anak
31 Oktober 2026 19:11
PSM Makassar kalah 0-1 dari Madura United di Parepare. Gol Iran Junior dan kegagalan penalti Stefan Jevtoski menghentikan tren positif Juku Eja.
PAREPARE, BUKAMATANEWS — Dominasi permainan tak selalu berbuah kemenangan. PSM Makassar harus menelan pil pahit saat menjamu Madura United pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (31/10/2026), Juku Eja takluk 0-1 setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang, termasuk hadiah penalti.

Gol tunggal Iran Junior pada menit ketujuh menjadi penentu kemenangan tim tamu. Sementara peluang terbaik PSM untuk menyamakan kedudukan melalui titik putih pada menit ke-23 justru kandas setelah eksekusi Stefan Jevtoski berhasil digagalkan kiper Madura United, Angga Saputro.
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Pasukan Ramang. Terlebih, mereka tampil di hadapan pendukung sendiri dan berupaya melanjutkan tren positif setelah melewati tiga pertandingan tanpa kekalahan.
Gol Cepat dan Penalti Gagal Jadi Titik Balik

PSM sebenarnya mengawali pertandingan dengan mencoba mengambil inisiatif serangan. Fahrul Aditia dan Victor Luiz sempat mengancam pertahanan Madura United pada menit-menit awal.
Namun, tim tamu justru lebih dahulu memecah kebuntuan. Berawal dari serangan balik cepat, Gali Freitas mengirimkan umpan kepada Iran Junior yang berdiri dalam posisi menguntungkan. Penyerang Madura United itu kemudian menuntaskan peluang dan membawa timnya unggul 1-0.
Tertinggal lebih awal membuat PSM meningkatkan tekanan. Kesempatan menyamakan kedudukan datang pada menit ke-23 setelah wasit menunjuk titik putih untuk tuan rumah.
Stefan Jevtoski yang dipercaya sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya berhasil dibaca dan ditepis Angga Saputro. Bola muntah yang mengarah kepada Luka Bulatovic juga belum mampu dikonversi menjadi gol.
Kegagalan penalti tersebut menjadi salah satu momen krusial yang membuat PSM kehilangan kesempatan untuk mengubah jalannya pertandingan.
Statistik Unggul, tetapi PSM Tetap Buntu
Memasuki babak kedua, PSM terus berupaya mengejar ketertinggalan. Pelatih Darije Kalezic melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor.
Resky Fandi dan Rasyid Bakri masuk pada menit ke-58. Berikutnya, Kodai Tanaka dimasukkan pada menit ke-71 untuk menggantikan Luka Bulatovic.
PSM terus mencari celah di pertahanan Madura United. Dusan Lagator sempat memperoleh peluang, sementara tembakan Victor Luiz pada menit-menit akhir berhasil diblok pemain lawan.
Namun, rapatnya pertahanan Madura United membuat berbagai upaya tuan rumah tidak membuahkan hasil. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan.
Ironisnya, PSM justru unggul dalam sejumlah statistik pertandingan. Juku Eja mencatatkan penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen milik Madura United.
Dari sisi percobaan tembakan, PSM melepaskan 23 kali tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Madura United mencatatkan delapan tembakan dan satu tepat sasaran.
PSM juga unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan 11 kesempatan, sedangkan Madura United hanya memperoleh dua.
Statistik tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang diberikan PSM. Namun, efektivitas penyelesaian akhir dan solidnya pertahanan lawan menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Tren Positif Juku Eja Terhenti
Hasil minor di Parepare sekaligus mengakhiri catatan tiga pertandingan beruntun PSM tanpa kekalahan.
Sebelum menghadapi Madura United, PSM meraih kemenangan atas PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dan Persebaya Surabaya 1-0. Juku Eja juga bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Kekalahan dari Madura United menjadi pekerjaan rumah bagi Darije Kalezic dan anak asuhnya, terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Sebab, penguasaan bola dan banyaknya peluang tidak cukup untuk menjamin kemenangan jika gagal dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, Madura United pulang dari Parepare dengan tiga poin berharga. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu mampu memaksimalkan satu peluang menjadi gol, kemudian mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
31 Oktober 2026 12:28
31 Oktober 2026 12:23
31 Oktober 2026 15:17
31 Oktober 2026 15:13
31 Oktober 2026 18:50