Redaksi
Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 19:11

Bunda PAUD Sulsel, Naoemi Octarina Sudirman
Bunda PAUD Sulsel, Naoemi Octarina Sudirman

Guru dan Orang Tua Jadi Kunci, Bunda PAUD Sulsel Dorong Pendidikan Ramah Anak

Bunda PAUD Sulsel bersama Dinas Pendidikan memperkuat kapasitas guru PAUD dan mendorong enam kemampuan fondasi anak melalui Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) bukan satu-satunya tolok ukur kesiapan anak memasuki sekolah dasar (SD). Penguatan karakter, kematangan emosi, keterampilan sosial, hingga kemandirian justru menjadi fondasi penting yang perlu dibangun sejak pendidikan anak usia dini (PAUD).

Komitmen tersebut menjadi perhatian Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan melalui program peningkatan kapasitas guru PAUD dari berbagai kabupaten/kota.

Kegiatan yang ditutup di Gedung PKK Provinsi Sulawesi Selatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, dengan mengedepankan pendekatan pembelajaran yang ramah anak, tanpa tekanan, dan berorientasi pada tumbuh kembang peserta didik.

Dalam arahannya saat menutup kegiatan, Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi mendatang.

Menurutnya, upaya membangun sumber daya manusia unggul tidak cukup hanya berorientasi pada target Generasi Emas Indonesia 2045, tetapi juga harus menjadi fondasi bagi masa depan bangsa setelahnya.

"Ingat, apa yang kita tanam hari ini akan menjadi masa depan bangsa ke depannya. Jadi, mari kita wujudkan PAUD berkualitas dan transisi PAUD yang menyenangkan demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia pada tahun-tahun berikutnya. Kita tidak cuma berbicara tentang tahun 2045 saja, tetapi juga tahun-tahun selanjutnya," ujarnya.

Ia menekankan, keberhasilan menciptakan layanan PAUD berkualitas membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, pendidikan anak juga membutuhkan dukungan aktif keluarga dan lingkungan masyarakat.

Karena itu, terdapat tiga pilar utama yang harus berjalan beriringan, yakni Bunda PAUD sebagai penggerak, guru TK sebagai pendidik dan pendamping di satuan pendidikan, serta orang tua sebagai mitra utama dalam mendukung perkembangan anak di rumah.

"Bunda PAUD adalah penggerak, guru TK adalah pendamping dan pendidik, sedangkan orang tua adalah mitra utama. Ketiganya harus bersinergi agar setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sejak usia dini hingga masuk SD dan jenjang pendidikan selanjutnya," tambahnya.

Enam Kemampuan Fondasi Jadi Prioritas

Melalui penguatan kapasitas pendidik tersebut, Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel mendorong guru agar lebih memahami kebutuhan perkembangan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

Ada enam kemampuan fondasi yang menjadi perhatian dalam Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.

Pertama, penanaman nilai agama dan budi pekerti, termasuk pembiasaan adab serta sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, pengembangan keterampilan sosial dan bahasa agar anak mampu berkomunikasi, berinteraksi, serta membangun hubungan positif dengan lingkungan sekitarnya.

Ketiga, kematangan emosi, termasuk kemampuan mengenali dan mengelola perasaan serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.

Keempat, kematangan kognitif yang mendukung kemampuan anak dalam berpikir, memahami informasi, dan memecahkan persoalan sederhana.

Kelima, keterampilan motorik dan kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk kemampuan merawat diri sesuai tahap perkembangan usia.

Keenam, pembentukan sikap positif terhadap proses belajar sehingga anak memiliki rasa ingin tahu, antusiasme, dan kegembiraan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Penguatan keenam kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi anak untuk menjalani proses pendidikan secara bertahap, tanpa dibebani tuntutan akademik yang tidak sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Melalui sinergi Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel, para pendidik di kabupaten/kota diharapkan mampu menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, berkualitas, dan berpusat pada kebutuhan anak.

Dengan demikian, momentum peralihan dari PAUD ke SD tidak lagi menjadi pengalaman yang menegangkan bagi anak, melainkan menjadi proses belajar yang menyenangkan, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap dunia pendidikan sejak dini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bunda PAUD Sulsel #PKK Sulsel