Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 22 Oktober 2026 12:57

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota  Makassar menggelar upacara peringatan Hari Santri, Kamis, 22 Oktober 2026. Seluruh peserta upacara mengenakan busana khas santri, sehingga suasana lapangan madrasah terasa khidmat.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Makassar menggelar upacara peringatan Hari Santri, Kamis, 22 Oktober 2026. Seluruh peserta upacara mengenakan busana khas santri, sehingga suasana lapangan madrasah terasa khidmat.

Upacara Hari Santri di MAN 1 Makassar, Peserta Berbalut Sarung

Perjuangan santri hari ini tidak lagi mengangkat senjata, melainkan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Makassar menggelar upacara peringatan Hari Santri, Kamis, 22 Oktober 2026. Seluruh peserta upacara mengenakan busana khas santri, sehingga suasana lapangan madrasah terasa khidmat.

Peserta laki-laki memakai sarung, kopiah hitam dan koko putih, adajuga yang menggunalkan surban, sedangkan peserta perempuan mengenakan gamis putih dengan jilbab cokelat. Upacara diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MAN 1 Kota Makassar, Sofyan Jukni, Ia mengajak peserta menengok kembali sejarah lahirnya Hari Santri, Iapun menjelaskan, peringatan ini berakar dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, ketika bangsa Indonesia harus mempertahankan kemerdekaan dari gangguan NICA dan sekutu, saat itu kemerdekaan baru diproklamasikan.

Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dilakukan pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

“Resolusi Jihad bukan sekadar seruan di atas kertas. Para ulama dan santri saat itu menyatakan, membela tanah air hukumnya wajib, dan seruan itu menggerakkan ribuan santri turun ke medan juang di Surabaya. Semangat itulah yang melahirkan peristiwa 10 November 1945. Radius 90 Kilometer masyarakat Wajib untuk ikut mempertahankan kemerdekaan,” ujar Sofyan Jukni dalam amanatnya.

Sofyan menambahkan, perjuangan santri hari ini tidak lagi mengangkat senjata, melainkan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.

“Kalau dulu santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka tugas kita sekarang adalah mengisinya dengan belajar, berakhlak mulia, dan berprestasi. Jangan sampai semangat para pendahulu kita berhenti pada upacara hari ini,” lanjutnya.

Suasana upacara kian semarak ketika paduan suara madrasah tampil apik membawakan lagu Hari Santri. Seluruh peserta ikut bersemangat dan menyambutnya dengan antusias.

Melalui peringatan ini, MAN 1 Kota Makassar berharap seluruh warga madrasah dapat meneladani semangat juang para ulama dan santri, serta menjaga nilai keislaman dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Hari Santri #MAN 1 Makassar

Berita Populer