Redaksi
Redaksi

Senin, 21 September 2026 16:45

Peringati World Contraception Day, DPPKB Makassar Perluas Akses Kontrasepsi Jangka Panjang

Peringati World Contraception Day, DPPKB Makassar Perluas Akses Kontrasepsi Jangka Panjang

Melalui momentum World Contraception Day, DPPKB Kota Makassar mengajak masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya perencanaan keluarga sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar memperkuat upaya peningkatan akses pelayanan keluarga berencana (KB) melalui pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), Senin (21/9/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dan pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan.

Pelayanan MKJP menjadi salah satu langkah DPPKB Makassar untuk meningkatkan akses dan kesertaan masyarakat dalam program KB, menekan angka Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total, serta mengurangi unmet need KB, yakni kondisi ketika pasangan usia subur ingin menunda atau tidak menginginkan kehamilan, tetapi kebutuhan kontrasepsinya belum terpenuhi.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target program keluarga berencana sekaligus memperkuat pembangunan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Perencanaan Keluarga Jadi Kunci Kesehatan Ibu dan Anak

Perencanaan keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasangan menentukan waktu kehamilan dan mengatur jarak kelahiran sesuai kondisi kesehatan serta kesiapan keluarga.

Melalui pelayanan MKJP, masyarakat didorong untuk mengenali pilihan kontrasepsi jangka panjang yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Metode ini mencakup sejumlah pilihan, seperti implan dan alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD, dengan karakteristik, manfaat, dan pertimbangan medis masing-masing.

Pemilihan metode kontrasepsi perlu didasarkan pada informasi yang memadai, konsultasi dengan tenaga kesehatan, serta pertimbangan kondisi dan preferensi setiap pasangan.

Dengan akses pelayanan yang lebih baik, pasangan usia subur diharapkan dapat mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksi secara sadar dan bertanggung jawab.

Tekan Unmet Need, Perkuat Kesertaan Ber-KB

Selain meningkatkan jumlah peserta KB, penurunan angka unmet need menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan program keluarga berencana.

Kebutuhan kontrasepsi yang belum terpenuhi dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain keterbatasan akses layanan, kurangnya informasi, serta pertimbangan pribadi dan kesehatan.

Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan perlu disertai edukasi yang mudah dipahami, pendampingan, serta akses terhadap pilihan kontrasepsi yang sesuai.

Sementara itu, pengendalian TFR merupakan bagian dari upaya pembangunan kependudukan untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dengan daya dukung pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Melalui momentum World Contraception Day, DPPKB Kota Makassar mengajak masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya perencanaan keluarga sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang.

Dengan memperluas akses pelayanan KB dan meningkatkan pemahaman masyarakat, upaya membangun keluarga yang sehat, berkualitas, mandiri, dan sejahtera diharapkan dapat terus diperkuat di Kota Makassar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#DPPKB Makassar

Berita Populer