Redaksi
Redaksi

Kamis, 10 September 2026 11:50

Menanti Keajaiban di Selat Sunda: Cerita Istri Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Menanti Keajaiban di Selat Sunda: Cerita Istri Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan terus dikerahkan untuk menyisir perairan demi menemukan seluruh korban.

JAKARTA, BUKAMATANEWS — Di tengah proses pencarian yang masih berpacu dengan waktu, kecemasan mendalam menyelimuti keluarga para jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Rombongan pewarta dan kru kapal tersebut sebelumnya berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya terputus komunikasi.

Astrid, istri dari jurnalis Anadolu, Firdaus Wajidi, mengenang pesan dan komunikasi terakhirnya sebelum sang suami menyeberang laut. Ia sempat mengingatkan agar perjalanan dibatalkan jika situasinya berisiko.

"Dia Minggu malam sudah di Carita wawancara gubernur. Terus malamnya sudah info mau nyeberang. Saya bilang kalau riskan dan berisiko tidak usah," ujar Astrid.

Astrid mengaku pesan lanjutan yang ia kirimkan kini hanya bercentang satu dan belum terbaca. Selama menanti kabar di Pandeglang, Banten, ia didampingi oleh kakak iparnya untuk merawat anak-anak mereka.

"Terakhir kontak jam dua kurang sebelum berangkat. Sebelum nyeberang, dia masih mengabari persiapan nyeberang. Saya jawab jam 14.38, sudah centang satu sampai sekarang," tambahnya.

Perasaan senada turut dirasakan oleh Desi, istri dari pewarta foto ANTARA, M. Bagus Khoirunnas. Sambil mengikuti perkembangan proses SAR, Desi memanjatkan harapan agar suami beserta seluruh rekan media dan awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Harapannya, pasti saya pengin suami saya, teman-temannya, semuanya, kru kapal, bisa ditemukan dengan selamat, sehat, utuh semuanya tanpa kurang apa pun," ungkap Desi.

Berdasarkan data yang dihimpun, salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi (share location) terakhir pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya kontak benar-benar terputus pada pukul 15.04 WIB.

Speedboat naas tersebut mengangkut sejumlah jurnalis serta tiga orang awak, yakni Warta (55) dan Surakman (60) selaku awak kapal, serta Heriyanto (49) sebagai pemandu. Hingga saat ini, Tim SAR gabungan terus dikerahkan untuk menyisir perairan demi menemukan seluruh korban.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Jurnalis hilang #Tim SAR