Redaksi
Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 11:08

Tanggul Permanen Sungai Baliase Dikebut, Warga Luwu Utara Mulai Berharap Terbebas dari Banjir

Tanggul Permanen Sungai Baliase Dikebut, Warga Luwu Utara Mulai Berharap Terbebas dari Banjir

Proyek yang dikerjakan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama BBWS itu kini menunjukkan perkembangan signifikan. Progres pekerjaan fisik dilaporkan telah mencapai sekitar 60 persen.

LUTRA, BUKAMATANEWS - Harapan warga Luwu Utara untuk terbebas dari ancaman banjir mulai menemukan titik terang. Pembangunan tanggul permanen di sepanjang aliran Sungai Baliase terus dikebut sebagai upaya memperkuat perlindungan permukiman dan lahan pertanian dari luapan sungai saat debit air meningkat.

Bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi ancaman banjir dan erosi setiap musim penghujan, pembangunan tanggul tersebut menjadi kabar baik. Struktur beton permanen itu dirancang untuk menghadapi lonjakan debit air sekaligus memperkuat tepian sungai yang rawan tergerus arus.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, turun langsung meninjau progres pembangunan untuk memastikan proyek vital tersebut berjalan sesuai target dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Dalam peninjauan pada Rabu (9/9/2026), Andi Abdullah Rahim didampingi kepala Satker, jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU). Peninjauan difokuskan pada tiga titik pembangunan penahan arus, yakni Desa Mario dan Desa Polewali di Kecamatan Baebunta serta Desa Pongo di Kecamatan Masamba.

Menurut Andi Abdullah Rahim, pengawasan langsung diperlukan untuk memastikan pengerjaan tanggul tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memperhatikan kualitas dan ketahanan konstruksi.

"Kita ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan kualitas ketahanan tanggul ini benar-benar optimal. Ini soal kemaslahatan warga," tegas Andi Abdullah Rahim di sela-sela peninjauan.

Pembangunan tanggul permanen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana di kawasan yang berada di sekitar aliran Sungai Baliase dan Sungai Masamba.

Proyek yang dikerjakan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama BBWS itu kini menunjukkan perkembangan signifikan. Progres pekerjaan fisik dilaporkan telah mencapai sekitar 60 persen.

Tanggul yang mulai berdiri kokoh di sejumlah titik diharapkan tidak hanya menjadi penghalang fisik terhadap derasnya arus sungai. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga sekaligus menjaga aktivitas ekonomi dan produktivitas lahan pertanian di sekitar aliran sungai.

Dengan pembangunan yang terus dikebut, masyarakat kini menaruh harapan agar tanggul permanen tersebut dapat segera rampung dan memberikan perlindungan jangka panjang dari ancaman banjir maupun erosi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Luwu Utara #Bupati Andi Abdullah Rahim