Mahfuz Sidik: Revisi UU Pemilu Perlu Permudah Prosedur dan Mekanisme Pemilu
30 Agustus 2026 23:23
Bupati Andi Abdullah Rahim mengatakan, Kemping Wisata tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, menjaga kebersamaan, dan membangun kekompakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.
LUTRA, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar kegiatan Kemping Wisata dan Festival Gami-Gami Luwu Utara 2026 di bantaran Sungai Masamba, Minggu (30/8/2026). Mengusung tema “Bersama Kita Wujudkan Sustainable Tourism”, kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata berbasis lingkungan dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Luwu Utara, Ir. Andi Abdullah Rahim, S.T., Wakil Bupati Jumail Mappile, Ketua TP-PKK Luwu Utara, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Makole Baebunta, serta peserta Kemping Wisata dan Festival Gami-Gami yang berasal dari seluruh perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Abdullah Rahim mengatakan, Kemping Wisata tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, menjaga kebersamaan, dan membangun kekompakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.
“Jangan kita melihat meriah atau tidaknya kegiatan ini, tetapi lihat kebersamaannya. Bagaimana kita bisa mempererat silaturahmi dan membangun hubungan yang lebih kuat dalam menjalankan pemerintahan,” kata Bupati.

Selain Kemping Wisata, Festival Gami-Gami yang diikuti seluruh OPD juga menjadi bagian utama dalam kegiatan tersebut. Menurut Bupati, kedua kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang interaksi yang positif bagi jajaran pemerintah daerah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
Bupati juga menyoroti potensi bantaran Sungai Masamba sebagai kawasan rekreasi yang dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di daerah.
Ia mengakui, kawasan sungai tersebut masih menyisakan bekas-bekas dampak banjir. Namun, pemerintah daerah, kata dia, memiliki komitmen untuk melakukan pembenahan dan penataan kawasan secara bertahap.
“Sungai yang masih tersisa bekas-bekas banjirnya, ke depan akan kita perbaiki dengan lebih baik lagi. Saya optimistis itu bisa kita lakukan dan menjadi salah satu harapan sekaligus pekerjaan kita ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan kawasan tersebut sebagai camping ground merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali potensi bantaran sungai sebagai ruang publik dan kawasan rekreasi masyarakat.
Bupati menyebut, Dinas Pemuda dan Olahraga telah mulai memanfaatkan kawasan tersebut sebagai camping ground. Ia meminta agar fasilitas yang ada segera dibenahi dan ditata sehingga semakin menarik masyarakat untuk datang dan melakukan berbagai aktivitas rekreasi maupun olahraga.
“Kita baru memulai apa yang kita sebut sebagai camping ground. Kita buat tendanya, tetapi nanti ini harus berkembang lebih baik lagi,” jelasnya.
Bupati menilai kawasan bantaran Sungai Masamba memiliki keunggulan karena berada di tengah kota. Menurutnya, keberadaan sungai yang mengalir di tengah kota dengan kondisi air yang relatif bersih merupakan potensi yang tidak dimiliki banyak daerah.
“Saya melihat wilayah Sungai Masamba ini sebagai riverside yang pasti menarik orang untuk datang. Tempat ini berada di tengah kota. Jarang sekali ada sungai yang mengalir di tengah kota, airnya bersih, dan bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan lingkungannya. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong penataan kawasan agar lebih menarik, nyaman, dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Bupati menambahkan, pemanfaatan bantaran sungai sebagai objek wisata telah menjadi tren di sejumlah daerah. Tidak hanya memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat sekitar, kawasan tersebut juga berpotensi menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah serta membuka peluang ekonomi baru.
“Kita punya sungai yang bersih dan harus kita jaga. Kita pelihara dengan baik dan kita tata supaya lebih menarik. Ini adalah aset kita, aset daerah kita,” tegasnya.
Ia berharap pengembangan kawasan bantaran Sungai Masamba ke depan tidak hanya berorientasi pada aspek pariwisata, tetapi juga dapat mendukung aktivitas olahraga, rekreasi, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui kegiatan Kemping Wisata dan Festival Gami-Gami 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menegaskan komitmennya untuk membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan dengan mengedepankan kebersamaan, pelestarian lingkungan, serta pemanfaatan potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat.
30 Agustus 2026 23:23
30 Agustus 2026 18:04
30 Agustus 2026 14:55
30 Agustus 2026 15:07
30 Agustus 2026 18:04
30 Agustus 2026 14:38