Redaksi
Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026 15:37

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru

Prabowo Tunjuk Wamentan Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wamentan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S Deyang yang mundur karena alasan kesehatan.

JAKARTA, BUKAMATANEWSPresiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Pergantian kepemimpinan dilakukan untuk memastikan program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetap berjalan tanpa hambatan setelah Kepala BGN sebelumnya, Nanik S Deyang, mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

"Bapak Presiden memutuskan selaku pengganti Kepala BGN adalah Sudaryono, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Prasetyo.

Ia menjelaskan, Presiden memutuskan agar pelantikan dilakukan pada hari yang sama sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di lembaga yang bertanggung jawab menjalankan berbagai program peningkatan gizi nasional.

"Penggantinya akan direncanakan dilantik hari ini juga supaya proses atau tugas yang diemban BGN tidak terjadi kevakuman," ujarnya.

Penunjukan Sudaryono dinilai menjadi langkah cepat pemerintah untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan program-program prioritas BGN, khususnya Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

Sementara itu, Nanik S Deyang menyampaikan pengunduran dirinya dilakukan karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Melalui akun Facebook pribadinya, Nanik mengaku telah meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk fokus menjalani pengobatan.

"Dengan berat hati, akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.

Ia menegaskan keputusan menjalani pengobatan di luar negeri bukan karena tidak mempercayai tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk memperoleh pendapat medis kedua (second opinion) atas kondisi kesehatannya.

Nanik juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden karena tidak dapat melanjutkan tugas sebagai Kepala BGN. Menurutnya, Presiden Prabowo memahami kondisi tersebut dan bahkan meminta dirinya tetap berkontribusi dalam pengawasan lembaga.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas dan saya diminta menjadi ketuanya," ungkap Nanik.

Dengan pergantian kepemimpinan ini, pemerintah berharap seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan optimal, terutama dalam mempercepat upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#program mbg #Presiden Prabowo Subianto