Redaksi
Redaksi

Kamis, 10 September 2026 19:42

Pemkab Pinrang Cari Sumber Air Alternatif untuk Selamatkan Lahan Pertanian

Pemkab Pinrang Cari Sumber Air Alternatif untuk Selamatkan Lahan Pertanian

Pemkab Pinrang juga terus mendorong optimalisasi berbagai sumber daya air yang tersedia dengan tetap memperhatikan kajian teknis serta kewenangan masing-masing pihak.

PINRANG, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang terus berupaya menjaga produktivitas pertanian di tengah kondisi kemarau, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peninjauan areal pertanian di Dusun Banga, Desa Padang Loang, Kecamatan Patampanua, yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Banga, Kamis (10/9/2026).

Peninjauan yang dilakukan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Pinrang itu menjadi langkah awal untuk mencari alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan petani, khususnya saat memasuki musim kemarau.

Di lokasi tersebut terdapat cekdam yang selama ini dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air untuk mendukung kebutuhan pertanian pada waktu-waktu tertentu. Selain itu, areal persawahan juga mendapat dukungan pompanisasi dengan memanfaatkan sumber air dari saluran induk Rappang, saluran pembuang, serta pompa bertenaga listrik.

Hasil peninjauan menunjukkan kondisi areal persawahan cukup beragam. Sebagian lahan sementara memasuki masa panen, sementara sebagian lainnya mengalami kekeringan. Bahkan, terdapat lahan yang telah mengalami puso akibat terbatasnya ketersediaan air.

Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, mengatakan peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air pertanian masyarakat, terutama ketika debit air pada jaringan irigasi mengalami penurunan.

Menurut Bachrumsyah, tim melakukan survei awal dengan mengambil titik koordinat di sekitar lokasi untuk mengetahui apakah wilayah tersebut masuk dalam kawasan Cekungan Air Tanah (CAT).

“Survei awal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan potensi sumber air tanah di wilayah tersebut. Jika nantinya berdasarkan hasil kajian lokasi ini masuk dalam kawasan Cekungan Air Tanah, maka akan diusulkan untuk mendapatkan dukungan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui BBWS Pompengan Jeneberang,” ungkap Bachrumsyah.

Ia menjelaskan, apabila usulan tersebut dapat direalisasikan, keberadaan JIAT diharapkan menjadi sumber air alternatif bagi areal persawahan masyarakat. Sumber air tersebut dinilai penting untuk membantu petani ketika pasokan dari jaringan irigasi utama mengalami keterbatasan, khususnya pada musim kemarau.

Dengan adanya sumber air alternatif, risiko gagal panen dan puso diharapkan dapat ditekan. Petani juga akan memiliki kepastian yang lebih baik dalam mengatur pola tanam serta mempertahankan produktivitas lahan pertanian.

Bagi Pemkab Pinrang, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus mencari solusi atas persoalan irigasi pertanian. Terlebih, sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

Pemkab Pinrang juga terus mendorong optimalisasi berbagai sumber daya air yang tersedia dengan tetap memperhatikan kajian teknis serta kewenangan masing-masing pihak.

"Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang berulang dan berpotensi mengancam produktivitas serta pendapatan petani," ucapnya.

Penulis : Junaedi - Junaedi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Pinrang

Berita Populer