Redaksi
Redaksi

Kamis, 10 September 2026 19:27

Pertamina Blokir 6.023 Kendaraan di Sulsel, SPBU 24 Jam di Makassar Ditambah

Pertamina Blokir 6.023 Kendaraan di Sulsel, SPBU 24 Jam di Makassar Ditambah

Pemblokiran ribuan nomor polisi menjadi salah satu langkah pengawasan untuk menekan transaksi yang dinilai tidak sesuai ketentuan, sementara penambahan jam operasional dan suplai BBM dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Pertamina Patra Niaga memblokir 6.023 nomor polisi kendaraan di Sulawesi Selatan yang terindikasi melakukan transaksi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak sesuai ketentuan.

Pemblokiran tersebut dilakukan di tengah antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Sulsel, khususnya Kota Makassar, dalam beberapa hari terakhir.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan pemblokiran dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

"Pertamina telah melakukan pemblokiran terhadap 6.023 nomor polisi yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan dalam penyaluran BBM bersubsidi," ujar Deny dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Menurut Deny, pengawasan transaksi akan terus diperkuat untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi. Pertamina juga secara berkala menyampaikan data realisasi penyaluran dan kuota BBM serta LPG kepada pemerintah provinsi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga transparansi sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama dalam melihat perkembangan kebutuhan energi masyarakat di Sulawesi Selatan.

Di tengah persoalan antrean, Pertamina juga menyiapkan langkah untuk memperluas akses pelayanan. Sebanyak 16 SPBU di Kota Makassar akan ditambah jam operasionalnya menjadi 24 jam.

Dengan tambahan tersebut, jumlah SPBU yang melayani masyarakat sepanjang hari di Kota Makassar akan bertambah dari 11 menjadi 25 SPBU.

"Pertamina telah menambah alokasi BBM sekitar 10-15 persen dari rata-rata penyaluran harian pada wilayah yang membutuhkan," jelas Deny.

Penambahan pasokan tersebut diarahkan ke wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan dan antrean kendaraan. Pertamina juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi penyaluran di lapangan.

Antrean Pertalite Mulai Mengular

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir semakin panjang. Jika sebelumnya antrean lebih banyak terjadi pada BBM jenis Solar, kondisi serupa kini mulai terlihat pada Pertalite.

Antrean bahkan terjadi hingga dini hari. Kondisi tersebut membuat distribusi dan pelayanan BBM menjadi perhatian pemerintah daerah dan Pertamina.

Pemblokiran ribuan nomor polisi menjadi salah satu langkah pengawasan untuk menekan transaksi yang dinilai tidak sesuai ketentuan, sementara penambahan jam operasional dan suplai BBM dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat.

Pertamina memastikan pengawasan transaksi dan penyaluran BBM akan terus dilakukan agar subsidi pemerintah dapat dinikmati masyarakat yang berhak sekaligus menjaga pelayanan di SPBU tetap berjalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#bbm langka

Berita Populer