Redaksi
Redaksi

Minggu, 12 Juli 2026 18:39

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman

Menuju Makassar Bebas Sampah 2029: Aksi Nyata Warga Tamalate Jadi Titik Balik Perubahan

Dukungan dari berbagai pihak—mulai dari pelaku usaha hingga sekolah—menjadi sinyal positif bahwa Makassar siap berbenah. Jika budaya bersih ini tertanam kuat sejak sekarang, impian mewujudkan Makassar yang bersih, hijau, dan berkelanjutan pada 2029 bukanlah hal yang mustahil.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Target "Makassar Bebas Sampah 2029" bukan sekadar angka di atas kertas bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Untuk mewujudkannya, DLH kini turun langsung ke akar rumput, menjadikan Kecamatan Tamalate sebagai titik tolak gerakan perubahan melalui program Jelajah Sampah 2026.

Program ini bukan sekadar seremoni pembersihan lingkungan, melainkan upaya mengubah pola pikir warga. DLH Makassar menyadari bahwa infrastruktur secanggih apa pun tidak akan maksimal jika budaya memilah sampah di tingkat rumah tangga belum terbangun.

Jelajah Sampah menjadi wadah pertemuan bagi pemerintah, warga, komunitas, hingga sektor swasta. Di Tamalate, sinergi ini terlihat nyata dalam berbagai aksi, mulai dari plogging (olahraga lari sambil memungut sampah) yang melibatkan generasi muda, hingga workshop pengelolaan sampah mandiri yang menyasar ibu rumah tangga.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menegaskan bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab kolektif. "Keberhasilan mewujudkan lingkungan yang bersih tidak bisa hanya bergantung pada petugas kebersihan pemerintah. Kunci utamanya adalah kolaborasi. Perubahan besar akan selalu lahir dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan secara konsisten di rumah," ujar Helmy.

Dalam setiap kegiatannya, DLH fokus pada tiga langkah konkret yang ditargetkan kepada seluruh warga:

Pilah dari Sumber: Mengedukasi warga agar memisahkan sampah organik dan anorganik langsung dari dapur.

Kurangi Sekali Pakai: Mengurangi ketergantungan pada produk plastik yang sulit terurai.

Partisipasi Aktif: Mengajak warga terlibat dalam komunitas peduli lingkungan di wilayah masing-masing.

Langkah-langkah sederhana ini, jika dilakukan serempak oleh seluruh warga Makassar, diproyeksikan mampu menurunkan volume sampah yang berakhir di TPA secara signifikan.

Setelah sukses menyapa warga Tamalate, safari Jelajah Sampah 2026 akan terus bergulir menyisir kecamatan lain di Kota Makassar. DLH Makassar berharap, melalui gerakan ini, warga tidak lagi memandang sampah sebagai "masalah pemerintah", melainkan bagian dari tanggung jawab pribadi untuk menciptakan lingkungan yang layak huni bagi keluarga dan anak cucu.

Dukungan dari berbagai pihak—mulai dari pelaku usaha hingga sekolah—menjadi sinyal positif bahwa Makassar siap berbenah. Jika budaya bersih ini tertanam kuat sejak sekarang, impian mewujudkan Makassar yang bersih, hijau, dan berkelanjutan pada 2029 bukanlah hal yang mustahil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#dlh kota makassar #Pelantikan Kepala OPD Pemkot Makassar

Berita Populer