Redaksi
Redaksi

Selasa, 30 Juni 2026 10:26

Buka Rakerda DMI Luwu Utara, Bupati Andi Rahim Dorong Masjid Jadi Pusat Ibadah dan Pertumbuhan Ekonomi

Buka Rakerda DMI Luwu Utara, Bupati Andi Rahim Dorong Masjid Jadi Pusat Ibadah dan Pertumbuhan Ekonomi

Melalui Rakerda ini, DMI Luwu Utara diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang bersinergi dengan seluruh pihak yang hadir, baik dalam hal sertifikasi rumah ibadah (BPN), perlindungan pengurus masjid (BPJS Ketenagakerjaan), pemberdayaan zakat (Baznas), maupun literasi keuangan syariah (perbankan).

LUTRA, BUKAMATANEWS – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Luwu Utara resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Senin (29/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula La Galigo Kantor Bupati ini dibuka langsung oleh Bupati Luwu Utara sekaligus Ketua DMI Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim.

Rakerda DMI Luwu Utara ini juga dihadiri secara virtual oleh Sekretaris Pengurus Wilayah DMI Provinsi Sulawesi Selatan, Hasid Hasan Palogai.

Selain itu, hadir pula secara luring sejumlah unsur kemitraan strategis, di antaranya perwakilan Bank Mandiri, BPJS Ketenagakerjaan, Baznas Luwu Utara, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Luwu Utara, serta jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Abdullah Rahim mengapresiasi potensi besar yang dimiliki oleh daerahnya dalam hal fasilitas keagamaan.

Saat ini, kata dia, Luwu Utara tercatat memiliki kurang lebih 680 masjid yang tersebar di hampir seluruh desa dan kelurahan.

“Masjid-masjid ini telah memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh lapisan masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjalankan fungsi-fungsi sosial kemasyarakatan serta menjadi perekat kerukunan,” ujar Andi Rahim.

Bupati Andi Rahim menekankan bahwa peran masjid harus terus ditingkatkan agar menjadi pusat bertemunya berbagai aktivitas sosial, bahkan menjadi motor penggerak ekonomi umat.

Dikatakannya, masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat, termasuk dalam sektor ekonomi.

“Masjid ini bisa juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, termasuk juga masjid sangat penting dalam menghidupkan suasana keagamaan dalam masyarakat kita,” terangnya.

Olehnya itu, lanjut Bupati, keberadaan DMI sangat krusial sebagai wahana untuk mewujudkan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara Sekretaris DMI Sulsel, Hasid Hasan Palogai, dalam sambutan virtualnya mengapresiasi pengurus DMI Luwu Utara yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan Rakerda ini.

Menurut mantan Ketua BKPRMI Sulsel ini, momentum Rakerda memiliki nilai yang sangat krusial bagi keberlangsungan organisasi DMI ke depan.

“Rakerda ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi juga merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal serta menyusun program kerja yang terarah dan berdampak nyata bagi umat,” terang Hasid.

Melalui Rakerda ini, DMI Luwu Utara diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang bersinergi dengan seluruh pihak yang hadir, baik dalam hal sertifikasi rumah ibadah (BPN), perlindungan pengurus masjid (BPJS Ketenagakerjaan), pemberdayaan zakat (Baznas), maupun literasi keuangan syariah (perbankan).

Pada Rakerda DMI Luwu Utara kali ini, juga dilakukan penandatanganan MoU dengan sejumlah pihak terkait, seperti Baznas, BPJS Ketenagakerjaan, Kantor Pertanahan, dan Bank Mandiri.

Adapun tema Rakerda II DMI Luwu Utara adalah “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid: Mewujudkan Masjid sebagai Pusat Ibadah, Pemberdayaan Umat, dan Transformasi Sosial Menuju Luwu Utara Maju dan Religius”.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bupati Andi Abdullah Rahim #Pemkab Luwu Utara