Luwu Utara Perkuat Gerakan Sekolah Sehat, Dorong Kolaborasi Cegah Masalah Gizi Anak**
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap sinergi antarlembaga semakin kuat sehingga program kesehatan dan gizi anak dapat berjalan lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
LUTRA, BUKAMATANEWS — Upaya membangun generasi berkualitas terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui penguatan program kesehatan dan gizi anak di lingkungan sekolah.

Komitmen tersebut ditandai dengan dibukanya Forum Koordinasi *School Health and Nutrition* (SHN) Program *Healthier Smiles* yang diinisiasi oleh Save the Children Indonesia bersama Yayasan Celosia Marennu Indonesia di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Selasa (23/06).
Forum tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, yang menilai kesehatan anak merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia daerah.
Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi ruang bagi peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, karakter, serta pola pikir generasi masa depan.
“Kita ingin sekolah tidak hanya mencetak anak-anak yang pintar secara akademik, tetapi juga sehat dan memiliki kualitas hidup yang baik. Karena itu, persoalan kesehatan dan gizi anak membutuhkan perhatian bersama,” ujar Jumail.
Ia menegaskan, tantangan kesehatan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, sektor pendidikan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, keluarga, hingga masyarakat.
Jumail juga menyoroti pentingnya peran pemerintah desa dalam mendukung penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan berbagai program sekolah sehat.
Menurutnya, desa memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat serta sumber daya yang dapat menjadi kekuatan penting dalam memastikan program kesehatan anak berjalan secara berkelanjutan.
“Pemerintah desa memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, program kesehatan dan gizi anak dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
Forum koordinasi tersebut menjadi ruang bersama untuk menyatukan langkah berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun strategi penguatan sekolah sehat di Kabupaten Luwu Utara.
Dalam kegiatan itu, sejumlah materi disampaikan oleh para pemangku kebijakan dan mitra program. Wakil Bupati Luwu Utara memaparkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kesehatan peserta didik serta penguatan peran pemerintah desa.
Project Manager Sekolah Sehat Yayasan Celosia Marennu Indonesia, Ardiani, kemudian menjelaskan gambaran umum Program *Healthier Smiles*, termasuk tujuan dan pelaksanaan program dalam mendukung peningkatan kesehatan peserta didik.
Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara, Khaerul Muddin, membahas penguatan program Sekolah Sehat serta peran sektor kesehatan dalam pembinaan UKS.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Utara, Kamal Alnan, turut memaparkan kebijakan implementasi Sekolah Sehat sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan peserta didik.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap sinergi antarlembaga semakin kuat sehingga program kesehatan dan gizi anak dapat berjalan lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
Dengan sekolah yang sehat, pemerintah daerah optimistis dapat menyiapkan generasi Luwu Utara yang lebih kuat, berkualitas, dan siap menjadi penggerak pembangunan di masa depan.
News Feed
Berita Populer
Kota Makassar Raih Penghargaan Dunia, Program RISE Diakui sebagai Solusi Permukiman Berkelanjutan
23 Juni 2026 08:23
Makassar Jadi Panggung Diplomasi Dunia, 28 Negara Dijamu Lewat Kuliner dan Budaya Sulawesi Selatan
23 Juni 2026 10:54
23 Juni 2026 09:25
23 Juni 2026 10:10
23 Juni 2026 10:23
