Redaksi
Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 14:14

Kelurahan Bitowa dan DLH Makassar Gencarkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah, Warga Diajak Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Kelurahan Bitowa dan DLH Makassar Gencarkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah, Warga Diajak Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Melalui semangat "Pilah Sampah dari Rumah, Lingkungan Bersih, Cuan Pun Bertumbuh," Pemerintah Kelurahan Bitowa berharap gerakan memilah sampah dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kelurahan Bitowa bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus mengintensifkan edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Pemilahan Sampah, warga diajak membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar di Baruga Prima Griya RW 06, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Sabtu (20/6/2026), berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik pemilahan sampah, tetapi juga diberikan pemahaman tentang potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengelolaan sampah yang tepat.

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Bitowa Fathurahman, D.A.Md, Kasi Kebersihan dan Pertamanan Kelurahan Bitowa Mariana Tasikminanga, A.Md, Penyuluh Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Ahmad Thalib selaku narasumber, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitowa AIPTU Arham, S.H., Babinsa Kelurahan Bitowa Serka Muhammad Nasir, Ketua LPM Kelurahan Bitowa Abdullah Tangnga, para Ketua RT se-RW 06, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Lurah Bitowa, Fathurahman, mengatakan pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, perubahan besar dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni memilah sampah sejak dari rumah tangga.

"Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Pemilahan sampah dari sumbernya merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus mendukung program pengurangan sampah Pemerintah Kota Makassar.

Sementara itu, Penyuluh Persampahan Kota Makassar Zona 04 Manggala–Panakkukang, Ahmad Thalib, menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

"Melalui pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, masyarakat tidak hanya berkontribusi menjaga lingkungan dari pencemaran, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomis melalui bank sampah maupun pengelolaan berbasis masyarakat," jelasnya.

Dalam sesi penyuluhan, peserta mendapatkan edukasi mengenai cara memilah sampah organik, anorganik, dan residu sesuai jenisnya. Warga juga diajak memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat diolah menjadi kompos, didaur ulang, maupun disalurkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai jual dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung program Pemerintah Kota Makassar untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya serta membangun budaya peduli lingkungan di tingkat masyarakat.

Ketua RW 06 Kelurahan Bitowa, M. Aris, mengapresiasi sinergi antara pemerintah, DLH, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

"Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju lingkungan RW 06 yang lebih bersih, sehat, nyaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa sampah bukan sekadar untuk dibuang, tetapi dapat menjadi sumber manfaat dan bernilai ekonomi apabila dikelola dengan baik," katanya.

Melalui semangat "Pilah Sampah dari Rumah, Lingkungan Bersih, Cuan Pun Bertumbuh," Pemerintah Kelurahan Bitowa berharap gerakan memilah sampah dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran warga, diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA terus berkurang, kualitas lingkungan semakin baik, dan ekonomi sirkular berbasis masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#dlh kota makassar

Berita Populer