Disdukcapil Jeneponto Terus Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan
14 Juli 2026 19:03
Bupati Maros AS Chaidir Syam melepas 20 siswa asal Maros untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Sulsel. Program ini diharapkan melahirkan generasi cerdas, mandiri, dan berkualitas.
MAROS, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kabupaten Maros resmi memberangkatkan 20 calon siswa untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun ajaran 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang berkualitas.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Maros, AS Chaidir Syam, yang berharap para siswa mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, serta menjadi generasi yang mandiri di masa depan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, menjelaskan bahwa Kabupaten Maros memperoleh kuota sebanyak 20 calon siswa untuk mengikuti program Sekolah Rakyat tahun ini.
"Calon siswa Sekolah Rakyat dari Maros berjumlah 20 orang. Jumlah ini sesuai kuota yang diberikan kepada Kabupaten Maros. Setiap daerah memperoleh kuota yang berbeda-beda sesuai penetapan dari pemerintah," ujar Andi Zulkifli kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Dari total peserta tersebut, sebanyak 12 orang akan menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan delapan lainnya melanjutkan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Seleksi Dilakukan Secara Terbuka
Andi Zulkifli, yang akrab disapa Andi Riris, mengatakan proses perekrutan dilakukan secara terbuka melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh kecamatan.
Menurutnya, calon peserta terlebih dahulu melalui tahapan penjangkauan, verifikasi lapangan, hingga proses seleksi sebelum dinyatakan lolos sebagai siswa Sekolah Rakyat.
"Perekrutannya dilakukan secara terbuka. Kami melakukan penjangkauan melalui pendamping PKH di setiap kecamatan, kemudian dilakukan verifikasi lapangan dan pengumuman. Hasilnya ada yang dinyatakan lulus dan ada yang belum memenuhi syarat," jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Maros juga memberikan berbagai bentuk dukungan sebelum keberangkatan para siswa, mulai dari pembekalan, penyelesaian administrasi, fasilitas transportasi, hingga pendampingan oleh sumber daya manusia Program Keluarga Harapan (PKH).
Berasal dari Tujuh Kecamatan
Sebanyak 20 siswa yang lolos berasal dari tujuh kecamatan di Kabupaten Maros, dengan rincian Kecamatan Bontoa sebanyak sembilan orang, Mandai tiga orang, Simbang dua orang, Marusu dua orang, Bantimurung dua orang, Cenrana satu orang, dan Moncongloe satu orang.
Pemerataan peserta dari berbagai wilayah tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak yang memenuhi kriteria untuk memperoleh akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Bupati Maros AS Chaidir Syam menyambut positif pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Ia menilai program tersebut menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Kita berharap anak-anak kita yang mengikuti Sekolah Rakyat dapat menyelesaikan pendidikan dengan hasil yang berkualitas, baik dari sisi kecerdasan, karakter, maupun kemandirian," ujar Chaidir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas hadirnya program Sekolah Rakyat yang dinilai sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat kurang mampu.
"Semoga melalui Sekolah Rakyat ini anak-anak kita mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan bekal yang bermanfaat untuk masa depan mereka, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga," tutupnya.