TAKALAR, BUKAMATANEWS - Ada pemandangan tak biasa di Balla Ewako Lingkungan Bilacaddi, Kelurahan Kalabbirang, Kamis (11/6). Kursi-kursi sudah penuh sesak bahkan sebelum jarum jam menyentuh waktu pembukaan pelayanan resmi. Warga Pattallassang rupanya tak mau kehilangan momen langka: mengurus urusan birokrasi dan hukum tanpa perlu keluar ongkos bentor ke pusat kota.
Hari itu, program Rumah Layanan Warga (RLW) sukses memboyong "kantor-kantor pemerintahan" langsung ke pelataran rumah warga. Mulai dari urusan KTP, BPJS Kesehatan, bansos Dinas Sosial, hingga meja konsultasi hukum—semuanya ada di bawah satu atap.
Magnet utama dalam RLW kali ini jatuh pada meja layanan hukum. Berbeda dari biasanya di mana urusan hukum terkesan kaku dan formal, Ketua Pengadilan Negeri Takalar justru hadir langsung, duduk berhadapan, dan menjadi tempat "curhat" bagi masyarakat.
Sejak pagi, meja ini langsung diserbu warga. Mulai dari sengketa tanah warisan yang tak kunjung usai, urusan salah ketik nama di dokumen, hingga urusan administrasi keluarga dikupas tuntas lewat konsultasi gratis ini. Kehadiran pimpinan lembaga peradilan tertinggi di kabupaten tersebut memecah sekat yang selama ini membuat masyarakat kecil sungkan berurusan dengan hukum.
Bagi masyarakat kecil, kehadiran RLW bukan sekadar soal kemudahan dokumen, melainkan soal isi dompet yang terselamatkan.
“Saya sangat senang dengan program Pak Bupati Daeng Manye ini. Layanan sekarang dekat dengan rumahku. Tidak perlu lagi saya naik bentor ke pusat kota hanya untuk mengurus perbaikan KTP. Ini sangat membantu masyarakat kecil,” ungkap Daeng Te’ne, salah seorang warga Bilacaddi dengan wajah semringah.
Senada dengan Daeng Te'ne, Ibu Suci, warga lainnya, langsung menaruh harapan besar agar program "manja warga" ini tidak menjadi agenda sekali lewat. Ia berharap pemerintah bisa merutinkan layanan jemput bola ini.
Melihat Balla Ewako yang mendadak berubah jadi "pasar pelayanan publik", Lurah Kalabbirang, Muhammad Zukri, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menjawab ekspektasi warga, ia membawa kabar baik terkait keberlanjutan program ini.
"Ini menunjukkan masyarakat memang butuh pelayanan yang dekat, cepat, dan mudah diakses. Insya Allah, sesuai jadwal dari Kantor Kecamatan Pattallassang, layanan RLW akan kami laksanakan dua kali dalam sebulan," janji Zukri saat mendampingi Ketua PN Takalar.
Program RLW merupakan buah dari visi Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye. Alih-alih membiarkan warga mengantre di kantor kabupaten, pemda memilih untuk membalik logika pelayanan: negara yang mendatangi rakyat.
Melalui aksi nyata di Kelurahan Kalabbirang ini, Pemkab Takalar membuktikan bahwa birokrasi tidak harus berbelit-belit. Ketika pelayanan dikemas secara humanis dan hadir langsung di tengah masyarakat, urusan yang tadinya dianggap rumit bisa tuntas hanya dalam hitungan menit.
BERITA TERKAIT
-
Libatkan 24 Pesantren, Festival Santri Takalar 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda
-
Wakil Bupati Takalar Dukung Aisyah Nurul Izzah Ramli Berkompetisi di Tingkat Nasional
-
Bupati Takalar Gagas Festival Pesantren, 24 Ponpes Bakal Unjuk Potensi Lewat Kreativitas Digital
-
Sidak Layanan BPJS di Takalar, Bupati Daeng Manye Tekankan Pelayanan Lima Menit Tanpa Keluhan
-
Pemkab Takalar Gandeng ILO dan Swiss Dorong Digitalisasi Petani Rumput Laut