Bupati Takalar Gagas Festival Pesantren, 24 Ponpes Bakal Unjuk Potensi Lewat Kreativitas Digital
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan, festival ini digagas untuk memberikan ruang bagi pondok pesantren dalam menunjukkan potensi dan kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah.
TAKALAR, BUKAMATANEWS — Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mematangkan persiapan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026. Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026 ini akan menjadi panggung bagi 24 pondok pesantren untuk memperkenalkan potensi, kreativitas, serta aktivitas santri kepada masyarakat.

Tak sekadar menjadi ajang perlombaan, festival tersebut dirancang sebagai ruang promosi bagi pondok pesantren, termasuk melalui pemanfaatan konten digital yang kreatif dan edukatif.
Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat di Rumah Jabatan Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Rabu (7/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar Dody Ryan Saputra selaku Ketua Panitia, Kepala Subbagian Kementerian Agama Takalar Muhammad Afrizal, serta Zakriadi dan Muh Safar selaku event organizer (EO) dari Pondok Modern Pesantren Nurul Asafa.

Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 22–24 Oktober 2026, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan, festival ini digagas untuk memberikan ruang bagi pondok pesantren dalam menunjukkan potensi dan kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melalui festival ini, pemerintah daerah ingin memperkuat hubungan antara pemerintah dan lembaga pendidikan pesantren sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kehidupan santri.
Konten Digital Jadi Sarana Promosi Pesantren
Salah satu hal yang menjadi perhatian Daeng Manye adalah pemanfaatan konten digital sebagai sarana memperkenalkan kehidupan dan keunggulan masing-masing pondok pesantren.
Ia menilai, aktivitas keseharian santri, lingkungan pendidikan, hingga berbagai program unggulan pesantren dapat dikemas menjadi konten kreatif yang menarik sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat.
“Konten Islami sudah banyak. Bagus kalau keseharian di pondok pesantren juga bisa sekaligus mempromosikan pondoknya. Jadi masyarakat bisa melihat bagaimana kehidupan di pondok, aktivitas santri, lingkungan pondok, dan apa saja yang menjadi potensinya,” kata Daeng Manye.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memperluas jangkauan promosi pesantren, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi dan kebiasaan masyarakat mengakses informasi melalui platform digital.
Dengan pengemasan konten yang kreatif, masyarakat tidak hanya mengenal pesantren dari sisi pendidikan agama, tetapi juga dapat melihat berbagai aktivitas, fasilitas, budaya, serta potensi yang berkembang di dalamnya.
Daeng Manye menegaskan, festival ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan perlombaan semata. Setiap pondok pesantren didorong untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai kesempatan memperkenalkan identitas dan keunggulan masing-masing.
“Jadi bukan hanya datang ikut lomba, selesai, kemudian pulang. Kita ingin masing-masing pondok bisa menunjukkan apa yang mereka punya. Keseharian dan lingkungan pondok bisa dikemas dengan kreatif sehingga menjadi bagian dari promosi pesantren,” ujarnya.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pesantren
Pelibatan 24 pondok pesantren se-Kabupaten Takalar diharapkan menjadikan festival ini sebagai ruang pertemuan sekaligus ajang berbagi pengalaman antar lembaga pendidikan keagamaan.
Selain mendorong kreativitas santri, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat silaturahmi dan sinergi antara pemerintah daerah, pengelola pondok pesantren, serta masyarakat.
Melalui Festival Pondok Pesantren 2026, Pemerintah Kabupaten Takalar ingin potensi pesantren semakin dikenal luas dan memperoleh ruang untuk berkembang, baik dalam bidang pendidikan, pembinaan karakter, maupun kreativitas generasi muda.
Momentum peringatan Hari Santri Nasional ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan sosial dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Takalar.
News Feed
Berita Populer
BPOM Perkuat Dua SPPG di Lombok dan Mataram, Taruna Ikrar Tekankan Keamanan Makanan Bergizi Gratis
09 Oktober 2026 09:28
09 Oktober 2026 11:25
09 Oktober 2026 11:31
