Redaksi
Redaksi

Senin, 08 Juni 2026 09:27

Diperkuat Puluhan Profesor dan Pakar, MKPD CIDES ICMI Sulsel Siap Jadi Dapur Gagasan Pembangunan Daerah

Diperkuat Puluhan Profesor dan Pakar, MKPD CIDES ICMI Sulsel Siap Jadi Dapur Gagasan Pembangunan Daerah

MKPD CIDES ICMI Sulsel resmi terbentuk dan diperkuat puluhan profesor, doktor, serta pakar untuk menghadirkan kajian dan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Sulawesi Selatan kini memiliki wadah baru yang diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis berbasis riset untuk mendukung pembangunan daerah. Majelis Kajian Pembangunan Daerah (MKPD) Center for Information and Development Studies (CIDES) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan resmi terbentuk dan dikukuhkan dalam sebuah prosesi pelantikan yang berlangsung di Rumah Jabatan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan Andi Jemma, Minggu (7/6/2026).

Pengukuhan pengurus dilakukan oleh Wakil Ketua Umum ICMI, Prof. Dr. Ir. Mohammad Jafar Hafsah. Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Adi Suryadi Culla, M.A. resmi dilantik sebagai Ketua MKPD CIDES ICMI Sulsel periode 2026–2031 bersama jajaran pengurus yang terdiri atas kalangan profesor, doktor, akademisi, profesional, birokrat, dan tokoh masyarakat dari berbagai bidang keahlian.

Pelantikan dirangkaikan dengan silaturahmi dan diskusi kebangsaan yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah. Hadir di antaranya Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI yang juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arief Satria, Ketua Organisasi Wilayah ICMI Sulsel Prof. Dr. Arismunandar, Pelaksana Tugas Rektor UNM Prof. Dr. Farida Patittingi, mantan Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, serta mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof. Dr. Masrurah Mokhtar.

Dalam arahannya, Arief Satria menegaskan bahwa keberadaan ICMI harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kontribusi pemikiran, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Bagaimana kita bisa lebih bermanfaat. Harus banyak memberikan sumbangsih pemikiran melalui kajian dan inovasi untuk daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” ujarnya.

Menurut Arief, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus menjadi peluang bagi kalangan intelektual untuk mengambil peran lebih besar dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

“Dengan kemajuan teknologi saat ini, kita tidak boleh diam, tetapi harus menjadi bagian dari kemajuan tersebut,” katanya.

MKPD CIDES merupakan badan otonom di bawah naungan ICMI yang dibentuk sebagai pusat kajian pembangunan berbasis riset dan keilmuan. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi para cendekiawan dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang kuat, objektif, dan berbasis data untuk mendukung pembangunan Sulawesi Selatan.

Kekuatan utama organisasi ini terletak pada komposisi kepengurusannya yang dihuni puluhan profesor, doktor, akademisi, peneliti, profesional, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.

Dewan Pembina diperkuat sejumlah tokoh akademik dan profesional terkemuka, sementara Dewan Pakar dipimpin Prof. Dr. H. Abd. Hamid Paddu, M.A., dengan dukungan banyak profesor dan pakar lintas bidang yang selama ini dikenal aktif dalam dunia pendidikan, penelitian, ekonomi, hukum, sosial, dan kebijakan publik.

Adapun Dewan Pengurus Harian dipimpin oleh Dr. H. Adi Suryadi Culla, M.A., yang didampingi sejumlah wakil ketua dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi.

Selain itu, organisasi ini juga membentuk sejumlah divisi strategis yang fokus pada riset dan pengembangan, media dan publikasi, penguatan jejaring dan kemitraan, pendidikan dan pelatihan, pengembangan wilayah, hingga edukasi dan advokasi.

Dengan dukungan sumber daya intelektual yang kuat, MKPD CIDES ICMI Sulsel diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi akademik, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam merancang pembangunan yang berkelanjutan.

Kehadiran lembaga ini menjadi sinyal kuat bahwa kalangan cendekiawan Sulawesi Selatan ingin mengambil peran lebih aktif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penguatan ekonomi daerah, transformasi digital, pendidikan, ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi para akademisi, peneliti, dan profesional, MKPD CIDES ICMI Sulsel diharapkan menjadi "dapur pemikiran" yang mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan terobosan kebijakan bagi kemajuan Sulawesi Selatan di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#ICMI Sulsel