Redaksi
Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026 14:43

Dipimpin Kalaksa BPBD, TRC dan Basarnas Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Desa Tingkara Luwu Utara

Dipimpin Kalaksa BPBD, TRC dan Basarnas Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Desa Tingkara Luwu Utara

Berdasarkan data terkini, sebanyak tujuh Kepala Keluarga (KK) dengan total 21 jiwa dari tiga dusun terpaksa mengungsi. Ketiga wilayah terdampak parah tersebut meliputi Dusun Pangandaran, Dusun Buloi, dan Dusun Tingkara.

LUTRA, BUKAMATANEWS – Tim gabungan tanggap darurat bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Tingkara, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, pada Sabtu (23/5/2026).

Evakuasi ini dilakukan menyusul laporan warga terkait kondisi banjir yang kian memprihatinkan dan mencapai tingkat yang membahayakan keselamatan warga setempat.

Berdasarkan data terkini, sebanyak tujuh Kepala Keluarga (KK) dengan total 21 jiwa dari tiga dusun terpaksa mengungsi. Ketiga wilayah terdampak parah tersebut meliputi Dusun Pangandaran, Dusun Buloi, dan Dusun Tingkara.

Saat ini, seluruh korban terdampak telah diungsikan dengan aman di Kantor Desa Tingkara yang dijadikan sebagai pusat posko pengungsian sementara.

Menurut laporan warga setempat, terkait kronologi di lapangan, dilaporkan bahwa debit air mulai merangkak naik sejak Selasa, 19 Mei. Intensitas air terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kondisi banjir kali ini tergolong ekstrem, di mana ketinggian air di beberapa titik dilaporkan telah mencapai setinggi leher orang dewasa.

Melihat situasi yang kian mengkhawatirkan, pemerintah setempat langsung mengambil tindakan preventif dengan melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah.

Langkah preventif ini diambil untuk memotivasi serta membujuk warga setempat agar bersedia untuk segera mengevakuasikan dirinya ke tempat yang lebih aman dan kondusif.

Aksi penyelamatan dan evakuasi ini dipimpin langsung Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Luwu Utara, Agunawan, yang juga bertindak selaku Wakil Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana.

Operasi kemanusiaan ini juga melibatkan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai elemen dan unsur penanganan bencana, seperti Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Luwu Utara, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Basarnas.

“Sesuai petunjuk dan arahan Bapak Bupati, fokus utama kita saat ini adalah keselamatan warga. Semua warga terdampak akan ditampung di tempat pengungsian yang layak,” ujar Agunawan.

Untuk menjamin kesejahteraan para pengungsi, pemda juga berkomitmen menyediakan fasilitas pengungsian yang memadai.

Selain tempat bernaung, juga segera mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan logistik dan konsumsi warga selama berada di pengungsian.

Mengingat skala banjir yang masih cukup masif, penanganan pasca-bencana tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk setidaknya membantu mengurangi kesulitan warga terdampak.

Untuk itu, pemda sangat mengharapkan adanya respons cepat serta bantuan konkret, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, agar proses pemulihan berjalan maksimal dan solusi agar air bisa segera surut dapat segera terealisasi.

Agunawan juga mengetuk pintu hati masyarakat luas untuk saling menguatkan di tengah masa-masa sulit ini.

“Mari kita sama-sama mengirimkan doa untuk keselamatan saudara-saudara kita di Desa Tingkara. Semoga banjir ini cepat surut, situasi kembali kondusif, dan kondisi di lapangan relatif lebih aman bagi kita semua,” tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Utara

Berita Populer