Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Minggu, 10 Mei 2026 08:08

Organisasi Pandu Negri menggelar diskusi publik bertajuk Situasi Global dan Arah Politik Negeri, di Gedung Pettarani Lantai 2, Menara Phinisi Kampus Universitas Negeri Makassar, Jalan Andi Pangerang Pettarani, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Organisasi Pandu Negri menggelar diskusi publik bertajuk Situasi Global dan Arah Politik Negeri, di Gedung Pettarani Lantai 2, Menara Phinisi Kampus Universitas Negeri Makassar, Jalan Andi Pangerang Pettarani, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Diskusi Situasi Global dan Arah Politik Negeri, Hadirkan Rocky Gerung hingga Hamid Awaluddin di UNM

Forum tersebut menjadi ruang refleksi mengenai posisi generasi muda dalam menghadapi tantangan global, perkembangan demokrasi, serta masa depan politik Indonesia.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Organisasi Pandu Negri menggelar diskusi publik bertajuk Situasi Global dan Arah Politik Negeri, di Gedung Pettarani Lantai 2, Menara Phinisi Kampus Universitas Negeri Makassar, Jalan Andi Pangerang Pettarani, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional, yakni Hamid Awaluddin, Andi Luhur Prianto, dan Rocky Gerung.

Forum diskusi ini dihadiri mahasiswa, akademisi, aktivis, dan berbagai elemen masyarakat yang membahas dinamika geopolitik dunia serta pengaruhnya terhadap arah politik nasional Indonesia di tengah situasi global yang terus berubah.

Kegiatan ini dibuka oleh Ashadi selaku ketua pelaksana dari Pandu Negri dan dimoderatori oleh Seno Bagoskoro bersama Setiawan. Suasana forum berlangsung dinamis sejak awal kegiatan dengan antusiasme peserta yang memenuhi ruang diskusi untuk mengikuti pemaparan para narasumber.

Dalam sambutan pembukaannya, Ashadi mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut persiapan forum hanya dilakukan dalam waktu satu minggu hingga akhirnya dapat terlaksana dengan baik di Makassar. Ashadi juga mengatakan bahwa Kota Makassar menjadi kota ketiga pelaksanaan forum setelah sebelumnya digelar di Jogja dan Surabaya.

Dalam pemaparannya, Andi Luhur Prianto menyoroti bagaimana demokrasi dan perpolitikan di Indonesia yang dimana sistemnya masih sangat timpang. Ia menilai berbagai kebijakan politik hari ini masih memperlihatkan adanya ketidakmerataan kekuasaan dan lemahnya keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, Hamid Awaluddin menyoroti peperangan antara Amerika dan Israel. Menurutnya, Amerika tidak akan pernah menang apabila peperangan tersebut berlangsung dalam durasi yang panjang karena akan menguras kekuatan politik, ekonomi, dan stabilitas global.

Di sisi lain, Rocky Gerung menyoroti perbedaan antara bentuk negara federal dan bentuk negara kesatuan. Ia menyinggung bahwa sistem federal akan lebih baik apabila kewenangan pengelolaan sumber daya dikembalikan kepada daerah masing-masing, bukan seluruhnya harus dilaporkan dan diserahkan kepada pemerintah pusat.

Namun, Rocky juga menilai apabila Indonesia menjadi negara federal, akan muncul ketimpangan antarwilayah akibat belum meratanya kemampuan pemanfaatan sumber daya di setiap daerah.

Ketua panitia kegiatan dari Pandu Negri mengatakan bahwa forum tersebut dihadirkan sebagai ruang diskusi terbuka bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk memahami hubungan antara dinamika global dengan arah kebijakan politik di Indonesia.

“Kegiatan ini kami hadirkan agar ruang intelektual di kampus tetap hidup dan mahasiswa mampu melihat persoalan bangsa secara lebih luas,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta. Forum tersebut juga menjadi ruang refleksi mengenai posisi generasi muda dalam menghadapi tantangan global, perkembangan demokrasi, serta masa depan politik Indonesia. (*)

Penulis : Muhammad Raihan Rahman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pandu Negri #Diskusi #Situasi politik global #Rocky Gerung #Hamid Awaluddin

Berita Populer