Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 14 April 2026 15:44

Rapat Persiapan Panen dan Pengawasan Stabilitas Harga Tahun 2026, yang dilaksanakan di Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa, 14 April 2026.
Rapat Persiapan Panen dan Pengawasan Stabilitas Harga Tahun 2026, yang dilaksanakan di Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa, 14 April 2026.

Jelang Masa Panen, Bupati Luwu Timur Ingatkan Harga Gabah di Petani Tidak Boleh Dibawah Rp6.500

Berdasarkan data yang ada, produksi padi di Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2025 lalu tercatat mencapai 257.320 ton Gabah Kering Giling, yang berasal dari luas panen 40.984 hektar dengan produktivitas rata-rata 62,79 kuintal per hektar.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Menjelang masa panen yang diperkirakan mencapai puncak pada Bulan Mei - Juni 2026, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengingatkan seluruh stakeholder terkait agar membeli gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram. Ia menegaskan, tidak boleh ada pembelian dibawah harga tersebut, dengan alasan apapun.

"Harga terendah Rp6.500 per kilogram. Tidak boleh ada pembelian dibawah harga tersebut," tegas Bupati Irwan, saat memimpin Rapat Persiapan Panen dan Pengawasan Stabilitas Harga Tahun 2026, yang dilaksanakan di Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa, 14 April 2026.

Hadir dalam rapat ini, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Palopo, unsur Forkopimda, Pengurus Perpadi, Koordinator BPP, serta perwakilan Kelompok Tani se Kabupaten Luwu Timur.

Bupati Irwan mengungkapkan, masih ada petani yang mengeluhkan harga gabah dibawah HPP. Karena itu, ia meminta pihak terkait untuk memperketat pengawasan.

"Masih ada petani yang mengeluh karena harga pembelian dibawah Rp6.500, dibawah standar. Ini tidak boleh terjadi. Harus kita awasi bersama-sama," terangnya.

Berdasarkan data yang ada, produksi padi di Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2025 lalu tercatat mencapai 257.320 ton Gabah Kering Giling, yang berasal dari luas panen 40.984 hektar dengan produktivitas rata-rata 62,79 kuintal per hektar.

Bupati berharap, hasil panen petani di masa panen ini bisa terserap maksimal, dengan harga yang sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan gudang sebagai tempat penampungan gabah agar hasil panen petani yang melimpah dapat terserap secara maksimal di daerah dalam menopang ketahanan pangan di Luwu Timur.

Sementara itu, Perwakilan Perum Bulog Cabang Palopo, Iskandar Sulkarnain, mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan 49 gudang untuk menyerap hasil panen petani di Wilayah Luwu Raya dan Toraja. Adapun kapasitas gudang milik Bulog Palopo di Luwu Timur mencapai 4.000 ton. Selain itu, adapula gudang yang disewa di Luwu Timur dengan kapasitas 1.300 ton.

Dalam kesempatan ini, ia juga melaporkan stok beras saat ini mencapai sekitar 49 ribu ton, yang merupakan cadangan tertinggi sepanjang sejarah.

"Ketahanan stok sangat tinggi, dengan penyaluran ke wilayah Luwu Raya sekitar 2.000 ton. Secara umum, stok di Sulawesi Selatan sangat mencukupi dan stabil, tinggal kapasitas gudang masih menjadi kendala," imbuhnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Timur #Irwan Bachri Syam #HPP #Masa panen #Harga gabah #Bulog

Berita Populer