Redaksi
Redaksi

Senin, 06 April 2026 11:23

Catat! 7% Wilayah RI Sudah Kering, Termasuk Sulsel, Sulteng, hingga Maluku, BMKG Prediksi Kemarau Panjang & El Nino Mengintai

Catat! 7% Wilayah RI Sudah Kering, Termasuk Sulsel, Sulteng, hingga Maluku, BMKG Prediksi Kemarau Panjang & El Nino Mengintai

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam keterangan resminya, Minggu (5/4/2026), merinci bahwa wilayah yang sudah memasuki musim kemarau meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, serta sejumlah kawasan di Indonesia Timur.

JAKARTA, BUKAMATANEWS – Musim kemarau tahun 2026 diprediksi bakal lebih kering dan panjang dari biasanya. Peringatan dini ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyusul catatan bahwa per akhir Maret 2026, sebanyak 7 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Tak hanya itu, ancaman fenomena El Nino disebut mulai mengintai pada semester kedua tahun ini. Lantas, daerah mana saja yang sudah terdampak, dan seberapa siap kita menghadapinya?

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam keterangan resminya, Minggu (5/4/2026), merinci bahwa wilayah yang sudah memasuki musim kemarau meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, serta sejumlah kawasan di Indonesia Timur.

"Sebagian wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, hingga sebagian kecil Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Barat," ujar Faisal.

BMKG menegaskan, cakupan wilayah kemarau ini akan terus bertambah sepanjang April hingga Juni 2026. Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan terus memantau informasi resmi dari kanal BMKG.

Selain kemarau lebih awal, perhatian juga tertuju pada potensi El Nino. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa hingga akhir Maret, fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih dalam fase netral.

Namun, prediksi untuk ke depan mulai menunjukkan sinyal mengkhawatirkan.

"Intensitas El Nino diprediksi lemah hingga moderat dengan peluang 50-80%. Kemungkinan kecil—kurang dari 20%—fenomena ini berkembang menjadi kuat," beber Ardhasena.

Meski demikian, BMKG mengingatkan publik untuk tidak terburu panik. Saat ini tengah terjadi fenomena spring predictability barrier yang bisa menurunkan akurasi prediksi cuaca dan iklim pada periode Maret hingga Mei.

Artinya, prediksi El Nino saat ini baru andal untuk tiga bulan ke depan. BMKG menyebut tingkat kepercayaan prediksi akan jauh lebih tinggi pada hasil pemodelan Mei 2026.

"Sekalipun intensitas pastinya masih berkembang, kami tegaskan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan lebih panjang dibanding rata-rata normalnya. Ini juga akibat kontribusi variabilitas iklim alamiah di wilayah Indonesia," jelas Ardhasena.

Dengan potensi kemarau panjang dan bayang-bayang El Nino, BMKG meminta seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Gunakan informasi iklim resmi dari kanal BMKG. Jangan mudah terprovokasi hoaks. Ini kunci utama mitigasi bencana kekeringan," tegas Kepala BMKG.

Masyarakat di wilayah yang sudah memasuki kemarau disarankan mulai menghemat air, tidak membakar lahan sembarangan, serta mempersiapkan pangan cadangan. Sementara daerah yang masih hujan, dimanfaatkan untuk optimalisasi penampungan air.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Fenomena El Nino #Prakirawan BMKG

Berita Populer