MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan tidak akan berpartisipasi dalam ajang FIFA World Cup 2026. Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, dalam wawancara dengan Deutsche Presse-Agentur (DPA).
Dalam wawancara tersebut, Donyamali menegaskan keputusan pemerintah Iran untuk tidak menghadiri turnamen sepak bola terbesar di dunia itu. Ia menyatakan bahwa situasi politik dan keamanan di dalam negeri menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Menurutnya, kondisi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat Iran tidak berada dalam situasi yang memungkinkan untuk mengikuti kompetisi internasional tersebut.
"Mengingat pemerintah korup ini telah membunuh pemimpin kami, tidak ada kondisi yang memungkinkan kami untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Peran ini telah dipaksakan kepada kami selama beberapa bulan dan beberapa ribu warga negara terbunuh," ujar Donyamali dalam wawancara dengan DPA.
Ia juga menambahkan bahwa dalam keadaan seperti itu, partisipasi Iran dalam turnamen internasional dianggap tidak mungkin terjadi. Donyamali menilai bahwa apabila situasi serupa terjadi di negara lain yang menjadi tuan rumah, komunitas internasional kemungkinan besar akan memberikan reaksi keras.
Sebagai informasi, FIFA World Cup 2026 akan diselenggarakan bersama oleh tiga negara yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen tersebut dijadwalkan menjadi edisi pertama Piala Dunia yang diikuti oleh 48 tim nasional.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari FIFA terkait pernyataan pemerintah Iran tersebut. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Mahfuz Sidik: Negara-negara Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika
-
Iran Tolak Gencatan Senjata AS, Tegaskan Fokus Capai Tujuan Strategis Perang
-
Iran Buka Akses Terbatas Selat Hormuz, Kapal Non-AS dan Israel Dijamin Aman
-
Iran Serang Pangkalan Militer AS-Inggris di Diego Garcia, Rudal Dicegat
-
Akhiri Perang Teluk, Mahfuz Sidik: Trump Hadapi Empat Tekanan Berat