BUKAMATANEWS - Seluruh tempat suci di kawasan Kota Tua Yerusalem bagian timur yang diduduki Israel ditutup sementara pada akhir pekan ini dengan alasan keamanan. Kebijakan tersebut diumumkan kepolisian Israel di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, polisi Israel menyebut penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan publik.
“Untuk menjaga keselamatan publik dan nyawa manusia, semua tempat suci di Kota Tua, termasuk Western Wall, Masjid Al-Aqsa, kompleks Temple Mount, serta Church of the Holy Sepulchre akan tetap ditutup,” kata pihak kepolisian, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Otoritas Israel juga menegaskan bahwa tidak ada jemaah maupun pengunjung dari agama apa pun yang diizinkan memasuki kawasan tersebut selama penutupan berlangsung.
Kota Tua Yerusalem berada di wilayah Yerusalem timur yang diduduki Israel sejak Six-Day War pada 1967. Aneksasi wilayah itu hingga kini tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional.
Penutupan kawasan tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah bulan suci Ramadan, saat puluhan ribu warga Muslim Palestina biasanya memadati Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat Jumat.
Sejak pecahnya konflik terbaru di kawasan, otoritas Israel telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap akses ke Kota Tua, dengan hanya mengizinkan penduduk setempat serta pemilik toko untuk masuk.
Ketegangan regional sendiri semakin meningkat setelah Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Mahfuz Sidik: Negara-negara Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika
-
Iran Tolak Gencatan Senjata AS, Tegaskan Fokus Capai Tujuan Strategis Perang
-
Iran Buka Akses Terbatas Selat Hormuz, Kapal Non-AS dan Israel Dijamin Aman
-
Iran Serang Pangkalan Militer AS-Inggris di Diego Garcia, Rudal Dicegat
-
Akhiri Perang Teluk, Mahfuz Sidik: Trump Hadapi Empat Tekanan Berat