Setelah NTB, BGN Juga Tutup Ratusan Dapur SPPG di Sulsel
02 April 2026 11:56
Meski tidak merinci alasan teknis penundaan, otoritas Iran menyebut faktor kesiapan infrastruktur menjadi pertimbangan utama. Pemerintah memperkirakan jutaan orang akan memadati lokasi prosesi.
BUKAMATANEWS - Pemerintah Iran resmi menunda prosesi pemakaman pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung Rabu (4/3) malam waktu Teheran. Penundaan dilakukan di tengah perkiraan membludaknya jumlah pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Stasiun televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa jadwal pemakaman yang semula direncanakan pukul 22.00 waktu setempat ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan. “Prosesi pemakaman Imam yang martir ditunda, kapan waktunya akan diumumkan nanti,” demikian pernyataan yang dikutip dari laporan AFP.
Awalnya, rangkaian penghormatan terakhir akan digelar di Teheran, memberi kesempatan bagi warga dan para simpatisan untuk melepas kepergian pemimpin tertinggi Iran tersebut. Setelah itu, jenazah direncanakan dimakamkan di kota suci Mashhad—kota kelahirannya yang memiliki makna historis dan spiritual bagi rakyat Iran.
Meski tidak merinci alasan teknis penundaan, otoritas Iran menyebut faktor kesiapan infrastruktur menjadi pertimbangan utama. Pemerintah memperkirakan jutaan orang akan memadati lokasi prosesi.
“Diperkirakan ada jutaan orang yang akan datang. Maka dibutuhkan infrastruktur yang memadai,” ujar Mohsen Mahmoudi, Kepala Dewan Koordinasi Pengembangan Islam Teheran, kepada televisi nasional.
Penundaan ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih menjadi perhatian, menyusul ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat. Namun, pemerintah tidak secara eksplisit mengaitkan keputusan tersebut dengan kondisi keamanan, melainkan lebih pada kesiapan fasilitas untuk menampung gelombang pelayat dalam jumlah besar.
Dengan penjadwalan ulang ini, publik Iran kini menanti kepastian waktu pelaksanaan prosesi yang diperkirakan akan menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan politik negara tersebut.
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:04
02 April 2026 11:56
02 April 2026 11:25