Redaksi
Redaksi

Minggu, 01 Maret 2026 12:13

Ali Khamenei Dilaporkan Gugur, Timur Tengah di Ambang Eskalasi Baru

Ali Khamenei Dilaporkan Gugur, Timur Tengah di Ambang Eskalasi Baru

Khamenei meninggal dunia saat berada di kantornya dan disebut tengah memimpin operasi perlawanan. Laporan tersebut juga menyebut sejumlah anggota keluarganya turut menjadi korban, termasuk putri, menantu, cucu, serta istri dari salah satu putranya.

BUKAMATANEWS - Kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, mengguncang kawasan Timur Tengah dan memicu reaksi internasional. Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran disebut mengonfirmasi bahwa Khamenei gugur dalam serangan yang dikaitkan dengan operasi militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (1/3/2026).

Kantor berita semi-resmi Fars News Agency melaporkan bahwa Khamenei meninggal dunia saat berada di kantornya dan disebut tengah memimpin operasi perlawanan. Laporan tersebut juga menyebut sejumlah anggota keluarganya turut menjadi korban, termasuk putri, menantu, cucu, serta istri dari salah satu putranya.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi terperinci dari otoritas tertinggi Iran yang dapat diverifikasi secara independen terkait kronologi maupun detail serangan tersebut.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Ahad (1/3/2026) mengumumkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan yang menargetkan Iran sehari sebelumnya. Dalam pernyataannya yang dikutip sejumlah media internasional termasuk Al Jazeera, Trump menyebut kematian Khamenei sebagai “keadilan” bagi rakyat Iran dan Amerika Serikat.

Trump juga mengklaim bahwa pemimpin tertinggi Iran tidak dapat menghindari sistem intelijen dan pelacakan canggih milik Amerika. Ia menyebut momen ini sebagai “kesempatan besar” bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali kendali atas negaranya.

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut. Ia menyatakan pemboman intensif dan presisi tinggi akan dilakukan sepanjang pekan atau selama dianggap perlu. Menurutnya, tujuan akhir dari operasi tersebut adalah menciptakan perdamaian di Timur Tengah dan dunia.

Dalam wawancara terpisah dengan NBC News, Trump mengatakan bahwa sebagian besar pengambil keputusan utama di Iran “telah pergi”. Ia juga mengklaim menerima informasi bahwa sejumlah anggota Garda Revolusi dan aparat keamanan Iran tidak lagi ingin melanjutkan pertempuran dan berharap mendapat pengampunan dari Amerika Serikat.

Sebelumnya, sejumlah media Israel lebih dulu memberitakan kabar kematian Khamenei sebelum diumumkan secara terbuka oleh Presiden AS. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel terkait detail operasi tersebut.

Perkembangan ini berpotensi mengubah peta politik dan keamanan di Iran serta kawasan Timur Tengah secara luas. Dunia kini menanti klarifikasi resmi dari otoritas Iran serta dampak lanjutan dari eskalasi militer yang terus berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ayatollah Ali Khamenei