Empat Kekalahan Beruntun! PSM Makassar Makin Tertekan di Papan Bawah
PSM Makassar kembali tumbang di kandang usai kalah 2-4 dari Persita Tangerang. Hasil ini jadi kekalahan keempat beruntun dan membuat posisi PSM di klasemen kian mengkhawatirkan.
PAREPARE, BUKAMATANEWS - Harapan bangkit justru berubah jadi mimpi buruk bagi PSM Makassar. Sempat unggul dua gol di babak pertama, Pasukan Ramang malah dipaksa menyerah 2-4 dari **Persita Tangerang** pada pekan ke-24 Super League Indonesia.

Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin (2/3/2026), PSM kembali menelan kekalahan keempat secara beruntun—hasil yang makin menekan posisi mereka di papan bawah klasemen.
PSM membuka laga dengan kepercayaan diri tinggi. Meski Persita lebih dulu menekan, tuan rumah justru memimpin lewat penalti Yuran Fernandes pada menit ke-7 setelah dijatuhkan di kotak terlarang.
Keunggulan PSM bertambah di menit ke-25. Memanfaatkan sepak pojok Victor Dethan, sundulan Aloisio Neto sukses menggandakan skor menjadi 2-0.
Namun momentum berubah cepat. Persita memperkecil ketertinggalan lewat penalti Andrejic pada menit ke-34 setelah pelanggaran Ananda Raehan. Tiga menit berselang, sepakan keras Pablo Ganet membuat skor imbang 2-2 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, PSM mencoba mengambil alih permainan. Beberapa peluang tercipta, termasuk dari Sheriddin Boboev, namun belum membuahkan hasil.
Sebaliknya, Persita tampil lebih efektif. Skema serangan balik cepat menjadi senjata mematikan. Rayco membawa Persita berbalik unggul pada menit ke-73, memanfaatkan kelengahan lini belakang PSM.
Petaka semakin lengkap di menit ke-88. Hokky Caraka menunjukkan kecepatannya, melewati Reza Arya Pratama sebelum memastikan kemenangan tim tamu menjadi 4-2.
Posisi Kian Mengkhawatirkan
Hasil ini membuat PSM Makassar makin terpuruk di papan klasemen. Dengan 23 poin, mereka kini berada di peringkat ke-13 dan hanya terpaut lima angka dari zona degradasi.
Empat kekalahan beruntun menjadi alarm serius bagi tim berjuluk Juku Eja tersebut. Jika tren negatif ini tak segera dihentikan, ancaman turun kasta bukan lagi sekadar bayang-bayang.
