Tarif Listrik Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Luwu Timur
Meski inflasi secara tahunan tinggi, namun inflasi bulanan (month to month/m-to-m) tercatat sebesar 0,63 persen dan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 0,98 persen.
LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Tarif listrik menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Luwu Timur pada Bulan Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Kabupaten Luwu Timur sebesar 5,86 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,39.

"Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi y-on-y pada Februari 2026, antara lain tarif listrik sebesar 1,85 persen; disusul daging ayam ras sebesar 0,35 persen; dan ikan layang/ikan benggol sebesar 0,30 persen," ujar Statistisi Ahli Muda BPS Luwu Timur, Andi Nurul Ika Wardani, Senin, 2 Maret 2026, saat memaparkan informasi terkait perkembangan inflasi di Luwu Timur.
Meski inflasi secara tahunan tinggi, namun
inflasi bulanan (month to month/m-to-m) tercatat sebesar 0,63 persen dan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 0,98 persen.
Inflasi year on year (y-on-y) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,81 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,92 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 17,93 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan
pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,27 persen; kelompok kesehatan
sebesar 5,80 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan
sebesar 0,96 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,53
persen; kelompok pendidikan sebesar 1,35 persen; kelompok penyediaan
makanan dan minuman/restoran sebesar 1,35 persen; dan kelompok perawatan
pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,96 persen.
"Adapun kelompok pengeluaran
yang mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi sebesar 0,06 persen," imbuhnya.
Sebelumnya, pada High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan periode Januari 2026, yang digelar di Kota Makassar, Jumat, 13 Februari 2026 lalu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi lintas daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026.
"Pemkab Luwu Timur siap mengoptimalkan implementasi kebijakan pengendalian inflasi dan digitalisasi transaksi daerah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik," ujar Irwan.
Melalui pelaksanaan HLM TPID dan TP2DD ini, diharapkan terbangun harmonisasi kebijakan yang semakin solid antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh kabupaten/kota, sehingga pengendalian inflasi berjalan lebih efektif dan transformasi digital keuangan daerah dapat terlaksana secara optimal di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. (*)
