Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 29 Januari 2026 17:30

Pelatihan Pembuatan Briket Sekam Padi sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan, yang bertempat di Kantor Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Selasa, 28 Januari 2026.
Pelatihan Pembuatan Briket Sekam Padi sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan, yang bertempat di Kantor Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Selasa, 28 Januari 2026.

Mahasiswa KKNT Unhas Ajari Warga Desa Tonrong Rijang Ubah Limbah Sekam Padi Jadi Energi Alternatif

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Tonrong Rijang dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dikembangkan secara mandiri, sekaligus mendorong pengelolaan limbah pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

SIDRAP, BUKAMATANEWS - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan program kerja bertajuk Pelatihan Pembuatan Briket Sekam Padi sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan, yang bertempat di Kantor Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Selasa, 28 Januari 2026.

Kegiatan ini dipaparkan oleh Muhammad Alif Hisyam, mahasiswa Program Studi Teknik Industri angkatan 2022, sebagai bagian dari implementasi program KKNT Unhas, dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal desa secara inovatif dan berkelanjutan. Pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan limbah pertanian berupa sekam padi yang diolah menjadi briket sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai guna.

Pelaksanaan kegiatan disambut dengan hangat oleh masyarakat Desa Tonrong Rijang. Tercatat sekitar 30 orang warga hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Hal tersebut terlihat dari partisipasi aktif warga selama sesi pemaparan materi dan diskusi, khususnya pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara mahasiswa pemateri dan masyarakat.

Antusiasme warga juga semakin terlihat pada saat sesi demonstrasi pembuatan briket sekam padi. Masyarakat tidak hanya menyimak, tetapi turut terlibat secara langsung dalam proses pembuatan briket, mulai dari pencampuran bahan hingga pencetakan. Keterlibatan aktif ini menunjukkan ketertarikan dan keingintahuan masyarakat terhadap inovasi energi alternatif yang diperkenalkan.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Tonrong Rijang dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dikembangkan secara mandiri, sekaligus mendorong pengelolaan limbah pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan," kata Alif.

Program kerja ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Unhas dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Mahasiswa KKNT Unhas #Briket sekam padi #Energi alternatif

Berita Populer