Redaksi
Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 12:43

Menhub dan Kabasarnas Tinjau Posko Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Pangkep

Menhub dan Kabasarnas Tinjau Posko Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Pangkep

Menhub dan Kabasarnas meninjau posko evakuasi pesawat ATR 42-500 di Pangkep untuk memantau proses SAR dan evakuasi korban di Gunung Bulusaraung.

PANGKEP, BUKAMATANEWS — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Mohammad Syafii dijadwalkan mengunjungi posko advance landing zone (AJU) di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Senin pagi (19/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung perkembangan evakuasi korban dan serpihan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.

“Kabasarnas, Menhub, Gubernur, dan Forkopimda dijadwalkan menuju posko Tompo Bulu pukul 07.30 WITA,” kata Humas Basarnas Makassar, Meliyana, dalam keterangan tertulis kepada awak media.

Pantauan di lokasi, Bupati Kabupaten Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, tiba lebih awal di posko AJU sekitar pukul 09.30 WITA. Kapolres Pangkep Muhammad Husni Ramli juga telah berada di lokasi.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Bangun Nawoko dan Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Selatan Amson Padolo dilaporkan tiba sekitar satu jam sebelumnya.

Sebelumnya, Kasi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan memberangkatkan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Senin pagi (19/1/2026).

Bersama Asisten Operasi (Asops) Kodam XIV/Hasanuddin Abi Kusnianto, Andi Sultan terlebih dahulu memberikan pembekalan kepada tim SAR dalam apel pagi sekaligus pengecekan personel sekitar pukul 07.30 WITA. Tim evakuasi dipimpin oleh seorang warga setempat bernama Arman (38), yang sebelumnya menemukan korban bersama dua rekannya.

Andi Sultan menjelaskan, berdasarkan hasil rapat evaluasi pada Minggu malam (18/1/2026), tim SAR memutuskan menempuh jalur darat dalam proses evakuasi. Jalur tersebut merupakan akses yang direkomendasikan masyarakat setempat karena dinilai paling memungkinkan mencapai lokasi korban.

“Jalur ini sesuai petunjuk masyarakat dan dapat mengakses lokasi ditemukannya korban kemarin,” ujar Andi Sultan di posko AJU.

Sebanyak 34 personel SAR gabungan dikerahkan dalam misi tersebut, bertambah empat orang dari rencana awal. Selain melakukan evakuasi korban, tim juga melanjutkan pencarian kemungkinan korban lainnya di sekitar lokasi.

Hingga saat ini, lanjut Andi Sultan, kondisi cuaca ekstrem dan medan yang sulit menjadi kendala utama. Lokasi kejadian berada di area yang jarang dilalui warga, tanpa jalur perkebunan, dengan kontur medan yang terjal dan berisiko tinggi.

“Kondisi medan memang cukup ekstrem. Karena itu, seluruh proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Gunung Bulusaraung #Pesawat ATR 42-500