Anjing Pelacak K9 Bantu Tim SAR Sisir Serpihan Pesawat ATR 42-500
Pelibatan K9 dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pencarian di lokasi dengan kontur ekstrem, jurang curam, dan vegetasi rapat. Anjing pelacak tersebut merupakan jenis anjing penggembala asal Belanda berusia empat tahun, yang memiliki kemampuan operasi pencarian skala besar, termasuk penanganan kecelakaan pesawat dan bencana alam.
PANGKEP, BUKAMATANEWS - Di tengah medan terjal dan hutan lebat Gunung Bulusaraung, satu kekuatan tambahan diturunkan untuk mempercepat pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500. Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan mengerahkan anjing pelacak K9 guna membantu tim SAR menyisir area yang sulit dijangkau manusia.
Pelibatan K9 dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pencarian di lokasi dengan kontur ekstrem, jurang curam, dan vegetasi rapat. Anjing pelacak tersebut merupakan jenis anjing penggembala asal Belanda berusia empat tahun, yang memiliki kemampuan operasi pencarian skala besar, termasuk penanganan kecelakaan pesawat dan bencana alam.
Pada hari kelima operasi pencarian, K9 mulai dioperasikan dari Pos Aju Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar yang berlokasi di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Dari titik tersebut, tim bergerak menuju kawasan serpihan pesawat di lereng Gunung Bulusaraung.
Direktorat Samapta Polda Sulsel menjelaskan, tim K9 terdiri dari 11 personel yang bekerja bersama satu ekor anjing pelacak. Fokus utama pencarian diarahkan ke area serpihan pesawat di kawasan Taman Nasional Bulusaraung, dengan koordinasi ketat bersama tim SAR gabungan yang lebih dahulu berada di lokasi.
“Tim K9 berjumlah 11 orang bersama satu ekor anjing. Pencarian difokuskan di lokasi serpihan pesawat dan dikoordinasikan dengan tim SAR yang sudah berada di lokasi,” kata Husni Ramli, Kapolres Pangkep.
Kehadiran K9 diharapkan mampu membantu mendeteksi keberadaan korban di titik-titik yang sulit dijangkau secara visual, sekaligus meminimalkan risiko bagi personel di lapangan. Anjing pelacak tersebut diketahui memiliki rekam jejak dalam berbagai operasi kemanusiaan, termasuk pencarian korban bencana alam di wilayah Luwu, Toraja, dan Toraja Utara.
Dengan pengalaman dan kemampuan penciumannya, K9 menjadi simbol kerja sunyi namun vital dalam misi kemanusiaan di Bulusaraung—mendampingi para personel yang berjibaku di medan berbahaya demi memastikan tidak ada korban yang terlewat.
News Feed
RMS Jadi Magnet Gelombang Kader Baru, Lutfi Halide dan Rezki Mufliati Gabung PSI
31 Januari 2026 16:43
APCAT Summit, Hasanuddin CONTACT Dorong Program Pengendalian Tembakau di Kota Makassar
31 Januari 2026 15:51
Berita Populer
31 Januari 2026 08:38
31 Januari 2026 08:47
31 Januari 2026 11:46
31 Januari 2026 12:32
31 Januari 2026 14:13
