Emil Audero Gemilang, Timnas Indonesia Libas Oman 3-0 di GBK
05 Juni 2026 23:42
Momentum Milad ke-113 Muhammadiyah di Takalar dirangkaikan peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Darul Arqam dan penyerahan bantuan traktor untuk petani.
TAKALAR, BUKAMATANEWS - Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Takalar tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum menegaskan kembali peran strategis pesantren dalam membangun generasi berkarakter dan berdaya saing.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan salah satu pilar penting dalam sistem pendidikan nasional. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Milad ke-113 Muhammadiyah Kabupaten Takalar yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Takalar, Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, pesantren memiliki nilai historis yang kuat sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini, dan akan terus menjadi benteng moral bangsa di masa depan. Ia menekankan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan pengembangan sumber daya manusia yang berakhlak.
“Pemerintah Kabupaten Takalar sangat mendukung pembangunan pondok pesantren. Pesantren membentuk generasi berkarakter sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional,” ujarnya.
Momentum milad ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah. Daeng Manye—sapaan akrab Bupati—mengajak seluruh elemen Muhammadiyah di Takalar untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah dalam mendorong kemajuan daerah agar mampu bersaing dengan kabupaten lain.
Tak hanya menyampaikan dukungan moral, Pemkab Takalar juga memberikan bantuan nyata kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan satu unit traktor roda empat dan satu unit traktor roda dua untuk mendukung produktivitas para petani.
Rangkaian acara semakin bermakna dengan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Takalar oleh Bupati Takalar. Prosesi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat infrastruktur pendidikan berbasis keagamaan di daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Takalar, unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, camat, kepala desa, serta jajaran pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kabupaten Takalar.
Milad ke-113 ini bukan hanya peringatan usia panjang organisasi, tetapi juga penegasan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan gerakan dakwah seperti Muhammadiyah menjadi fondasi penting dalam membangun Takalar yang religius, maju, dan berdaya saing.